Kontak dengan Demonstran Saat Demo di Malioboro, 3 Polisi Jalani Rapid Test

Ilustrasi. - Freepik
11 Oktober 2020 22:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak tiga polisi yang diketahui sempat melakukan kontak dengan satu dari 95 peserta aksi unjuk rasa di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test, turut dilakukan pemeriksaan.

Tiga polisi anggota Polresta Jogja tersebut telah melalui rapid test.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika ketiga anggota yang sempat mengamankan satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test tersebut juga ikut dicek kesehatannya.

"Tiga anggota yang mengamankan satu pengunjuk rasa yang diketahui reaktif juga ikut dilakukan rapid test terhadap ketiganya. Hasilnya non reaktif. Ketiganya merupakan anggota Sabhara," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi pada Minggu (11/10/2020).

Satu peserta aksi unjuk rasa yang kemudian diketahui reaktif setelah dilakukan rapid test terhadap dirinya tersebut merupakan warga Sleman, DIY. Peserta aksi demo tersebut saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman, DIY.

"Yang bersangkutan adalah pelajar dan merupakan warga Sleman. Saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara. Masih menunggu hasil swab," sambung Purwadi.

BACA JUGA: Jokowi Persilakan UU Cipta Kerja Digugat ke MK, Pengamat: Hati-Hati!

Sebelum melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) lalu, Purwadi menegaskan jika ia sudah mengimbau anggotanya agar senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Upaya tersebut agar tidak terjadi klaster saat unjuk rasa yang digelar oleh massa penolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) lalu.

"Anggota kita sudah paham prosedurnya bagaimana menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19 saat melaksanakan tanggungjawabnya," pungkas Purwadi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 95 orang peserta unjuk rasa yang melakukan aksinya di sejumlah titik yang ada di Malioboro ditangkap oleh polisi pada Kamis (8/10/2020) lalu. Dari 95 orang, satu orang dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan rapid rest.

Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Rico Sanjaya mengatakan jika upaya rapid rest dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya protokol pencegahan penularan Covid-19. Di sisi lain, pihaknya berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19 yang berpotensi muncul dari aksi unjuk rasa yang digelar di Malioboro pada Kamis (8/10/2020).

"Nah, setelah diamankan ke resta semua massa dilakukan rapid test dan satu dari 95 orang itu reaktif," ujar AKP Rico Sanjaya saat dikonfirmasi di Mapolresta Jogja, Jumat (9/10/2020).

Oleh karena itu, pihaknya langsung memulangkan satu orang peserta aksi unjuk rasa yang diketahui reaktif tersebut. Dengan harapan, segera melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak hanya dilakukan rapid test, peserta aksi massa yang diketahui reaktif tersebut nantinya juga akan dilakukan tes usap.

"Maka dari itu, kami memulangkan untuk melakukan isolasi mandiri dan ini juga informasi terakhir akan dilakukan swab untuk memastikannya. Untuk 94 orang itu non reaktif," sambung Rico.