Pria di Nanggulan Gantung Diri Saat Ditinggal Istri dan Anaknya ke Pasar

Petugas kepolisian dan TNI saat memasang garis polisi di TKP bunuh diri di Krinjing Tengah, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, pada Kamis (15/10/2020) pagi. - ist/dok
15 Oktober 2020 21:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Subur Riyanto, 59, warga Krinjing Tengah, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, pada Kamis (15/10/2020) pagi.

Kapolsek Nanggulan, Kompol Y. Tarwoco Nugroho mengatakan jasad Subur, pertama kali ditemukan oleh sang anak Daniel sekitar pukul 9.30 WIB. Penemuan ini bermula ketika Daniel bersama ibunya, atau istri Subur, yang baru saja pulang dari pasar Kenteng Nanggulan, kesulitan masuk ke dalam rumah karena seluruh pintu ditutup dengan rapat.

Baca juga: Bantul Dapat Bantuan Enam CCTV

Daniel berupaya memanggil Subur yang berada di dalam rumah tersebut. Namun, sang ayah tak kunjung merespon. Karena curiga, ia pun lantas menuju ke belakang rumah untuk membuka secara paksa pintu yang ada di belakang rumah itu. Ketika dibuka, Daniel dikagetkan dengan kondisi ayahnya, yang sudah tak bernyawa dengan cara gantung diri.

"Melihat ayahnya dalam kondisi seperti itu, anaknya [Daniel] ini kemudian berlari keluar dan meminta tolong warga lain, setelah itu melaporkan kejadian ini kepada kami," ucap Tarwoco.

Baca juga: Percaya Penggandaan Uang, PNS Sleman Tertipu Puluhan Juta

Tarwoco menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Kulonprogo dan tim medis pukesmas Nanggulan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh Subur. Dengan begitu, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus ini murni bunuh diri.

Hal itu diperkuat dari pengakuan keluarga Subur yang menyatakan bahwa Subur memiliki riwayat stroke, dan sudah berobat berulang kali tapi tak kunjung sembuh. "Ada kemungkinan yang bersangkutan ini sudah putus asa sehingga mengakiri hidupnya dengan cara gantung diri," jelas Tarwoco.