Sejumlah Desa di Piyungan Belum Hujan, Air Hanya Cukup untuk Sebulan

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
19 Oktober 2020 11:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sejumlah desa di Piyungan terancam mengalami kekeringan jika dalam waktu sebulan ke depan, daerah tersebut tidak diguyur hujan yang cukup. Oleh karena itu, sejumlah warga menyatakan akan meminta droping air ke Pemkab Bantul, jika dalam sebulan ke depan, sudah mengalami kekeringan.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Srimulyo, Piyungan, Wajiran menyatakan, pasokan air di wilayahnya dipastikan masih cukup sebulan ke depan. Meski demikian, pihaknya sudah ada rencana untuk meminta dropping kepada Pemkab Bantul, jika dalam sebulan ke depan, daerahnya tidak diguyur hujan.

Baca juga: Begini Cara Pemkab Gunungkidul Cegah Klaster Penularan Corona di Objek Wisata

“Sementara cukup, dan kami belum minta droping air. Tapi, jika sebulan ke depan, tidak ada hujan, kami pastikan akan meminta droping air,” terang Wajiran, Minggu (19/10/2020).

Mantan Kepala Desa Srimulyo ini memperkirakan ada sebanyak 750 kepala keluarga di desanya akan terdampak kekeringan, jika dalam sebulan ke depan tidak ada hujan di wilayahnya. Jumlah tersebut, terdiri dari 200 KK di Dusun Pandean, 350 KK di Dusun Losari dan 200 KK di Dusun Bangkel.

“Daerah-daerah tersebut memang langganan kekeringan. Sebenarnya, saat ini sudah mulai dibangun sumur bor, namun masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, permintaan droping air kemungkinan akan kami layangkan jika sebulan ke depan tidak turun hujan di wilayah kami,” lanjutnya.

Baca juga: Vaksin Corona yang Aman Harus Jadi Prioritas

Terpisah, Plt Camat Piyungan Roy Robert Edison mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima permintaan droping air di wilayahnya. Padahal, tiga desa yang ada di wilayahnya selama ini menjadi langganan kekeringan. Ketiga desa tersebut adalah Srimartani, Srimulyo dan Siti Mulyo.

“Untuk persoalan pasokan air, saat ini masih bisa diatasi. Sejauh ini, kami maksimalkan lima sumur bor yang ada. Mudah-mudahan pasokan tetap berjalan normal,” ucapnya.