Jalur Evakuasi Merapi Mulai Diperbaiki

Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
10 November 2020 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Ruas jalur evakuasi di Glagaharjo, Kepanewon Cangkringan yang mengalami kerusakan parah mulai diperbaiki. Perbaikan jalur evakuasi tersebut diharapkan bisa digunakan dalam waktu dekat.

Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan perbaikan jalur evakuasi dilakukan berbeda oleh instansi berbeda dengan melibatkan swadaya masyarakat. Perbaikan jalur evakuasi oleh warga dilakukan sejak pekan lalu. Perbaikan ruas jalur evakuasi Suruh - Singlar sepanjang 1,9 km menggunakan pos anggaran BPBD Sleman. Dana yang disalurkan sekitar Rp600 juta.

Khusus jalur evakuasi Suruh-Singlar, kata Suparmono, dibutuhkan waktu setidaknya 24 hari agar cor block yang dibangun benar-benar kuat dilintasi kendaraan berat. Dia berharap perbaikan jalur evakuasi bisa selesai sebelum erupsi Merapi terjadi. "Jalan sepanjang itu dicor block. Ini melibatkan swadaya masyarakat," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (10/11).

Sementara perbaikan jalur evakuasi dilakukan di ruas Singlar ke utara hingga Sruren yang mengalami kerusakan sepanjang 1,2 kilometer. Di jalur ini, aspal-aspal yang mengelupas ditambal oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman. "Jalan yang rusak diaspal ulang. Ditambal. Itu sampai Klangon," katanya.

Suparmono mengatakan perbaikan jalur evakuasi tersebut sangat mendesak mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama warga untuk mengungsi. Selama jalur tersebut rusak, untuk proses evakuasi warga menggunakan jalur di perbatasan antara Sleman dan Klaten. "Evakuasi sebelumnya menggunakan jalur kikis itu. Kalau perbaikan jalur utama selesai, nanti pakai yang itu," katanya.

Selain di Glagaharjo, kerusakan jalur evakuasi juga terjadi di Umbulharjo. Adapun di Kepuharjo kondisi jalur evakuasi relatif masih baik. Saat ini, perbaikan jalur evakuasi hanya dilakukan di Glagaharjo. Untuk jalur evakuasi lainnya di wilayah Cangkringan, baru dianggarkan perbaikannya pada tahun depan. "Sebenarnya semuanya diperbaikai tahun ini. Cuma karena ada pandemi Covid-19, perbaikannya dialihkan tahun depan," katanya.

Dia berharap setelah jalur evakuasi diperbaiki ada penerapan pengawasan agar jalur evakuasi tidak kembali rusak. Pemkab Sleman, lanjutnya, sudah mengeluarkan larangan agar truk pengangkut pasir tidak melewati jalur evakuasi. "SE dari bupati itu sudah ditindaklanjuti oleh kalurahan dengan mengeluarkan SE larangan yang sama, tinggal nanti pengawasannya,"katanya.

Terpisah, Kabid Binamarga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan mengatakan cor blok yang dibangun di jalur evakuasi memiliki spesifikasi yang baik. Hal itu diharapkan agar jalur evakuasi tidak mudah rusak. Dijelaskan Subhan, jalur evakuasi selama ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi jalur ekonomi. Berbagai kendaraan melintasi jalur ini.

"Spesifikasi cor block di jalur evakuasi ini yang bagus. Tebalnya 20 cm dengan kualitas beton K 300, bukan K 250 lagi. Untuk jalan yang sudah diaspal tapi rusak, kami lakukan penambalan," katanya.

Dia juga berharap jika jalur evakuasi selesai diperbaiki ada pengawasan ketat yang dilakukan oleh OPD terkait. OPD terkait diminta mengawasi truk-truk galian C agar tidak melintasi jalur evakuasi. Menurutnya, penegakan aturan juga penting untuk menjaga kondisi jalur evakuasi kembali tidak rusak.

"Jangan sampai setelah diperbaiki kembali rusak. Jangan hanya truk-truk pasir dijadikan kambing hitam, pengawasan OPD juga harus dilakukan," kata Subhan.