Menteri PUPR: Tol Jogja Bawen untuk Melihat Borobudur Tanpa Harus Menyentuh Candi

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
13 November 2020 21:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Proses pembangunan tol Jogja-Bawen terus berlanjut. Bertempat di halaman Candi Borobudur, ditandatangani perjanjian antara Kepala BPJT dan Direktur Utama PT. Jasa Marga, perjanjian penjaminan antara PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT. Jasa Marga serta perjanjian Regres antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), Jumat (13/11/2020).

Penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri PUPR-RI, Basuki Hadimuljono dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Basuki menjelaskan, Pembangunan tol Jogja-Bawen merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Tol sepanjang 71 Km ini masuk dalam rangkaian tol Trans Jawa yang akan melintasi Ambarawa, Pringsurat, Mungkid, Magelang dan Sleman.

BACA JUGA : Tol Jogja-Bawen Telan Biaya Rp14 Triliun, Ada Terowongan

Tol ini diklaim akan membuka akses yang memperlancar terintegrasinya wilayah Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar). Kemudahan akses diharapkan memperlebar kesempatan bagi sejumlah daerah tersebut lebih mengembangkan potensinya.

“Melalui penandatanganan ini saya sangat bersyukur karena sekali lagi Joglosemar akan menjadi kawasan yang sudah terbuka satu sama lain. Tol ini menghubungkan dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah kita bangun di lima tahun yang lalu dan akan kita teruskan dengan pengembangan infrastruktur yang lain,” ungkapnya.

Kawasan Borobudur kata dia, menjadi salah satu latar belakang dibangunnya tol ini. Setiap wisatawan yang hendak ke Borobudur, diharapkan bisa melewati daerah yang dilewati tol seperti DIY, sehingga tidak hanya Borobudur saja yang disinggahi, tapi juga daerah yang dilewati saat menuju ke destinasi ini.

BACA JUGA : Nilai Investasi Proyek Tol Jogja-Bawen Rp14 Triliun

Kawasan Borobudur menurutnya telah mendapatkan perhatian serius dari Presiden Jokowi. Bahkan desain pembangunan kawasan tersebut disentuh langsung oleh Presiden. pelelangan jalan tol ini telah dimulai setahun lalu dan dimenangkan oleh PT. Jasa Marga Tbk, PT. Adhi Karya Tbk, dan PT. Waskita Karya Tbk. dengan nilai proyek sekitar Rp 14,2 Triliun.

“Tol ini juga dimaksudkan untuk melihat Borobudur lebih jelas tanpa kita sentuh bangunan candi itu sendiri. Tujuannya untuk menyampaikan bahwa Borobudur layak untuk dikunjungi sebagai kawasan wisata maupun edukasi,” katanya.