Pemda DIY Sambut Kepulangan 2 Paskibraka Nasional Usai Tugas Negara
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Kustini Sri Purnomo (kiri) saat menemui pengungsi Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Jumat (13/11/2020)./istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan rasa prihatin dan empati terhadap warga lereng Merapi yang harus mengungsi meninggalkan tempat tinggalnya lantaran status Gunung Merapi naik menjadi Siaga level III. Ungkapan itu disampaikan Kustini saat mengunjungi barak pengungsian di Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Jumat (13/11/2020).
Dengan didampingi sejumlah sukarelawan perempuan yang tergabung dalam Srikandi Kustini-Danang, Kustini juga membagikan bantuan berupa sayuran segar, pakaian dan 200 bungkus nasi boks. Kustini juga menyempatkan berdialog dengan pengungsi yang terdiri dari lansia, anak-anak, ibu hamil dan kaum difabel.
“Saya bersama rombongan datang ke sini selain bersilaturahmi sekaligus membantu sayuran, pakaian dan nasi boks sebagai rasa kepedulian terhadap pengungsi yang ada di sini. Kebetulan saya panen sayuran sendiri, tidak beli di supermarket atau mal,” ucap Kustini, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (16/11/2020).
Kustini meminta masyarakat sekitar untuk tetap semangat dan bergotong-royong, saling bahu membahu untuk meringankan beban pengungsi. Apalagi, kondisi ini terjadi di pandemi Covid-19 masih berlangsung, sehingga beban mereka menjadi semakin berat. “Bencana harus disikapi dengan bijak, warga harus tetap semangat. Tunjukkan bahwa kita harus bergotong-royong baik dalam senang maupun susah. Inilah yang saya maksud dengan sesarengan mbangun Sleman,” kata Kustini.
Berbagai jenis sayuran yang dibagikan di antaranya kol, wortel, cabai, kacang panjang, sawi, kangkung yang sayuran lainnya. Pemberian sayuran, menurut Kustini, sekaligus untuk mengajarkan kepada pengungsi agar tetap gemar makan sayuran.
Koordinator dapur umum di tempat pengungsian, Mardiyanti, menyatakan dia dan rekan-rekannya memasak nasi dan sayuran sehari tiga kali. Sekali memasak mereka membuat 300-350 porsi. Sayuran yang dimasak biasanya beli dipasar dengan anggaran yang sudah disediakan pemerintah. Sampai saat ini dapur umum belum pernah mengalami kekurangan sayuran maupun bahan pokok lainnya.
Mardiyanti yang juga merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sangat paham apabila sayuran panen sendiri adalah sehat dan tidak banyak mengandung bahan kimia. "Apalagi pengungsi rata-rata kaum lansia, anak-anak dan ibu hamil. Tentu saja sayuran tersebut sangat bermanfaat bagi mereka," kata Mardiyanti. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Singapura pemerintahan terbaik ASEAN 2026 dengan skor 77,4. Indonesia peringkat 3 dengan skor 54,9. Simak daftar lengkap 9 negara ASEAN.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa Dirjen WHO bersama tiga kandidat lain di tengah tekanan pendanaan organisasi kesehatan dunia.
Recall mobil China melibatkan Tesla, Xiaomi, Leapmotor hingga Xpeng karena mekanisme pintu darurat sulit dikenali.
Bank dapat memblokir rekening dalam kondisi tertentu. Simak dasar hukum, prosedur, serta hak nasabah saat rekening dibatasi.
Compaq kembali hadir lewat tablet Android QTab Ultra 12.6 dengan layar AMOLED 12,6 inci, RAM 12 GB, dan baterai 11.000 mAh.