Sekolah Ini Diberi Bantuan Ponsel untuk Mendukung PJJ

Sejumlah siswa SD Bopkri Demangan III, Depok Sleman saat menggunakan ponsel untuk PJJ, Jumat (20/11/2020). - ist.
20 November 2020 21:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SD Bopkri Demangan II Depok Sleman diberi bantuan ponsel untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) para siswanya.

Kepala SD Bopkri Demangan III Depok Sleman Mustari Admini mengatakan sejumlah kesulitan dalam PJJ antara lain siswa harus menunggu orangtua selesai bekerja untuk bisa menggunakan ponsel saat mengerjakan tugas sekolah. Sehingga pengumpulan tugas ke sekolah kadang tertunda, namun guru tetap memberikan kelonggaran. Adapun rata-rata pekerjaan orangtua siswa di sekolahnya adalah swasta seperti pedagang hingga buruh.

BACA JUGA : XL Axiata Bantu Anak-Anak Bantaran Kali di Jogja Ikuti

Dengan adanya bantuan 18 ponsel dari Infrastrukur Digital Edukasi (IDE) tersebut pihak sekolah meminjamkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6 terutama dari keluarga tidak memiliki ponsel untuk mendukung PJJ. Untuk kuota data internet sekolah memberikan subsidi Rp25.000 setiap bulan ditambah bantuan dari pemerintah pusat.  

“Ketika orangtua harus bekerja dan membawa ponselnya, dengan adanya bantuan ponsel ini harapannya mereka tetap bisa mengerjakan tugas online yang diberikan guru. Kalau dipinjamankan maka orangtua bertanggungjawab ikut menjaga,” katanya Jumat (20/11/2020).

Business Development IDE Andreas Setiawan mengatakan bantuan ponsel itu merupakan hasil kerja sama dengan kitabisa.com dan telah diberikan kepada sekolah pada Jumat (20/11/2020). Di dalam ponsel sudah tersedia aplikasi khusus untuk mendukung pembelajaran online, myscool. Aplikasi ini menyediakan kelas online yang terjadwal sehingga siswa dapat melihat secara langsung ada atau tidaknya pembelajaran online di kelasnya.

“Cara memanfaatkannya guru bisa menginput jadwal mata pelajaran, tugas, jadi ada akun orangtua, akun anak dan akun guru,” katanya.

BACA JUGA : Hasil Survei pada Mahasiswa, 70 Persen Bilang PJJ Sudah

Pihaknya memilih SD Bopkri Demangan III karena hasil surveinya menemukan ada beberapa siswa terkendala PJJ lantaran tidak memiliki ponsel sehingga telat dalam mengerjakan tugas. Ia berharap fasilitas itu bisa meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami survei lebih dahulu memang banyak siswa di sekolah ini butuh fasilitas penunjang ponsel. Harapannya orangtua tetap melakukan pendampingan sehingga ponsel bisa dimanfaatkan siswa sebagaimana mestinya,” katanya.

Salah satu orangtua siswa Arif Susilo mengatakan pinjaman ponsel itu sangat bermanfaat bagi anaknya, karena selama PJJ penggunaan ponsel masih harus berbagi dengan milik orangtua. Pendampingan tetap akan dilakukan selama anak menggunakan ponsel.

BACA JUGA : Kemendikbud Klarifikasi soal 2 Siswa Meninggal Diduga 

“Selama ini anak saya harus bagi waktu jam belajar anak dan kebutuhan kerja, kalau mau mengerjakan tugas online harus menunggu ponsel milik ibunya,” kata pria yang bekerja sebagai buruh ini.