Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo memberi apresiasi kepada masyarakat yang mulai terbiasa melakukan cuci tangan sebagai salah satu upaya mengantisipasi penularan Covid-19.
"Saya melihat saat ini masyarakat mulai terbiasa melakukan cuci tangan. Selain itu, penyediaan tempat cuci tangan di tempat umum juga sudah memadahi," ujarnya belum lama ini.
Fajar mengatakan pada awal pandemi Covid-19, ia melihat kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan masih sangat minim. Banyak yang keluar rumah tidak pakai masker, tidak cuci tangan, jaga jarak dan menjauhi kerumunan. Namun seiring berjalannya waktu, kepatuhan terhadap protokol kesehatan mulai terbentuk dengan baik.
Kendati begitu, Fajar tak menampik saat ini memang masih orang yang menganggap kebiasaan baru di masa pandemi merepotkan. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk selalu membiasakannya.
"Dulu saya juga merasa repot. Tapi sekarang, sudah menjadi kebiasaan. Bahkan bila tidak ada tempat cuci tangan saya malah bingung," katanya.
Saat ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tengah fokus menggencarkan sosialisasi protokok kesehatan dan mengajak warga menyediakan tempat cuci tangan di rumahnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.