BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kondisi fasilitas kesehatan darurat Covid-19 (FKDC) di Sleman yang sempat penuh mendorong Pemkab Sleman untuk menyiapkan FKDC tambahan. Selain tetap mengoperasikan Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, Pemkab berencana mengaktifkan gedung Kementerian PMD Kalasan sebagai FKDC baru.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan alternatif tersebut akan disiapkan mana kala dua FKDC yang sebelumnya beroperasi sudah tidak bisa menampung pasien asimtomatik. "Kami akan menyiapkan Gedung Kementerian PMD itu sebagai FKDC. Nanti ruangannya akan disiapkan sambil menunggu perkembangan," katanya, Minggu (22/11/2020).
BACA JUGA: Sehari Tambah 33 Pasien, Positif Covid-19 di Klaten Jadi 1.531 Kasus
Hanya saja, lanjutnya, jika FKDC tambahan sudah disiapkan maka sumber daya manusianya juga harus disiapkan. Kondisi ini, katanya juga menjadi persoalan sehingga besar kemungkinan Dinkes akan membuka rekrutmen bagi relawan untuk ditempatkan di Gedung Kementerian PMD Kalasan. "Rencananya seperti itu. Tapi kami dengar, Satgas Covid-19 DIY juga akan membuka FKDC. Kami akan lihat perkembangan rencana tersebut," ujarnya.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan saat ini kapasitas FKDC di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang tak lagi penuh. Dari 138 kapasitas di Asrama Haji saat ini terisi 70 orang sementara dari 54 kapasitas Rusunawa Gemawang hanya dihuni 29 orang. Total pasien asimtomatik di kedua FKDC tersebut tercatat 99 orang. "Hari ini 27 orang sudah dinyatakan pulang ke rumah. Jadi tidak penuh lagi. Tetapi kami tidak tahu perkembangan ke depan," katanya.
Apalagi saat ini dari 17 kepanewon di Sleman, sebanyak 15 kepanewon masuk zona merah. Hanya dua kepanewon yang statusnya di luar zona merah, yakni Moyudan dan Seyegan. Meskipun begitu, keduanya sudah masuk kategori zona oranye atau resiko sedang. "Kami berharap masyarakat meningkatkan protokol kesehatan," harap Evie.
Sekadar diketahui, data Satgas Covid-19 Sleman per Jumat (20/11/2020) mencatat dari kapasitas 138 kamar di Asrama Haji hanya tersisa tiga ruangan saja sementara di rusunawa Gemawang 54 kamar terisi penuh oleh pasien. Kondisi tersebut menyebabkan Dinkes Sleman mengeluarkan kebijakan untuk tidak menerima pasien asimtomatik dan meminta rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menerima perawatan pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.