Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 89 penambahan kasus positif pada Jumat (27/11/2020). Bantul mendominasi penambahan ini sebanyak 46 kasus. Sementara 30 kasus dinyatakan sembuh dan tiga kasus dilaporkan meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan berdasarkan domisilinya, penambahan kasus meliputi Kota Jogja 17 kasus, Bantul 46 kasus, Kulonprogo 3 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan Sleman 22 kasus.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan terdiri dari tracing kasus positif 40 kasus, periksa mandiri 23 kasus, perjalanan luar daerah 2 kasus dan belum ada keterangan 24 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 1.134 sampel dari 951,” ujarnya.
Tiga kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 4.922, perempuan 82 tahun, Sleman; kasus 5.318, laki-laki 52 tahun, Sleman; kasus 5.604, laki-laki 77 tahun, Kota Jogja. Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 1 kasus, Bantul 2 kasus, Kulonprogo 9 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan Sleman 17 kasus.
Dengan penambahan inni maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 5.645 kasus, dengan 4.230 kasus sembuh dan 140 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal sebanyak 36 bed, sisa 13 bed. Untuk non kritikal digunakan 368 bed, sisa 36 bed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Satgas TNI terlibat kontak senjata dengan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma saat operasi pencarian di hutan Nduga, Papua.
Pemkab Kulonprogo melakukan monev terhadap 10 SPPG dan membekukan empat unit untuk mencegah kejadian fatal MBG kembali terulang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab membenahi akses jalan wisata dan memperkuat promosi luar daerah untuk meningkatkan kunjungan.
Banjir bandang menerjang Solok Senin malam. Jalan Solok-Padang tak bisa dilewati dan warga diminta menjauh dari lokasi bencana.