Kesaksian Warga Jogja di Lokasi Jatuhnya Pesawat TNI AU

Pesawat KT-1B Wong Bee milik TNI AU yang merupakan bagian dari Tim The Jupiters yang terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta mendarat di Lapangan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (18/3/2015). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
07 Desember 2020 19:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak dua pilot TNI AU, masing-masing Mayor Pnb Sekti Ambarwati sebagai instruktur dan Letda Adm Krisna Nugraha sebagai siswa penerbang yang sedang melaksanakan latihan rutin menggunakan pesawat latih KT-1B Wong Bee Nomor Registrasi LL-0111 mengalami kecelakaan di ujung barat runway Lanud Adisutjipto, Depok, Sleman, Senin, (6/12/2020).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Kolonel Pnb Indan Gilang Buldansyah mengatakan jika meskipun pesawat mengalami total loss (rusat berat), kedua pilot Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto itu dinyatakan selamat.

"Kecelakaan terjadi pukul 12.50 WIB, pada saat melakukan pendaratan di ujung barat landasan pacu atau runway 09 Lanud Adi Sutjipto," ujar Kolonel Pnb Indan Gilang, Senin (7/12/2020).

Pilot dan siswa, lanjut Kadispenau, berhasil keluar dari pesawat dengan selamat, demikian juga tidak terjadi kerusakan dan kerugian material dan personel di darat, karena pesawat jatuh di area tanah kosong di dalam Lanud Adisutjipto.

Saat ini, kedua pilot sedang menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rumah Sakit Pusat TNI AU (RSPAU) dr. S. Hardjolukito, Lanud Adisutjipto, Banguntapan, Bantul.

"Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi TNI AU," katanya.

Sementara itu, kesaksian warga yakni dari salah seorang petugas keamanan salah satu toko yang bertugas di dekat Lanud Adisutjipto Depok, Sleman, mengatakan jika saat kecelakaan pesawat latih terjadi, ia mendengar suara layaknya seng jatuh sebanyak dua kali.

"Suaranya itu blek blek koyo seng tibo kae lo, setelah itu warga kampung [Karangjambe Banguntapan, Bantul] pada keluar kemudian bilang bahwa ada pesawat yang jatuh," ungkap petugas keamanan berinisial TO, 52, warga Jogja yang enggan disebutkan namanya.

Saat kejadian pesawat kecelakaan terjadi di Lanud Adisutjipto, keadaan memang sedang turun hujan rintik. Warga beserta dirinya melihat dua kendaraan jenis jip terbuka membawa pilot yang mengalami kecelakaan.

"Pilotnya yang satu pakai seragam warna biru kemudian pilot satunya memakai seragam orange. Dua mobil membawa dua orang (pilot). Kalau asap tidak kelihatan ya, saya hanya dengan suara (pesawat jatuh)," tutupnya.

Warga Karangjambe, Banguntapan, Bantul yakni Wandi, 50, mengatakan jika saat kejadian kecelakaan pesawat di Lanud Adisutjipto terjadi ia mendengar suara seperti ban meletus sebanyak dua kali.

"Suaranya sedang kayak ban meletus sebanyak dua kali. Saya tidak ikut keluar, tapi sebagian warga lihat dari atas kalau mesin pesawat sudah tidak bagus (oleng)," pungkas Wandi.