Terseret Kasus Korupsi, Pegawai Ditjen Bea Cukai Ahmad Dedi Dicekal Imigrasi
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus pembacokan terjadi di Sleman lantaran dipicu hal sepele.
Seorang pemuda di Sleman AP (24) diamankan petugas Reskrim Polsek Bulaksumur karena melakukan penganiayaan terhadap dua orang mahasiswa, Jia dan Evri. Pelaku kalap karena kedua korban mengintip saat dirinya sedang bertengkar dengan ayahnya.
Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto mengatakan, aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku pada 7 Oktober lalu. Saat itu pelaku yang tinggal di Jalan Pandega Karya, Kalurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok ini terlibat keributan dan bertengkar dengan ayahnya.
Keributan ini terdengar sampai di luar rumah dan banyak mengundang perhatian warga sekitar. Kedua korban yang indekos di dekat rumah korban mengintip melalui jendela di rumah tersangka. Namun pelaku mengetahuinya dan mengejar kedua korban. “Setelah bertemu korban, pelaku marah-marah dan membacok,” kata Kapolsek.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul "Tak Terima saat Berkelahi dengan Ayah Diintip, Pemuda di Sleman Bacok 2 Mahasiswa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
Pansus DPRD Kota Jogja meminta RIPPARDA 2026–2045 memperkuat keselamatan wisatawan, mitigasi bencana, dan layanan wisata kesehatan.
PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali mengadukan SPPG Gagaksipat 5 terkait dugaan keracunan MBG, temuan ulat, dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebanyak 78 titik blankspot internet ditemukan di Gunungkidul. Diskominfo menyiapkan perluasan jaringan telekomunikasi pada 2028.
Dinsos Bantul mencatat 64.059 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dibiayai APBN dinonaktifkan hingga Oktober 2026. Pemkab siapkan anggaran Rp60 miliar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus menggaungkan kampanye Wajib Belajar 13 Tahun. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menyosialisasikan program tersebut.