Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus pembacokan terjadi di Sleman lantaran dipicu hal sepele.
Seorang pemuda di Sleman AP (24) diamankan petugas Reskrim Polsek Bulaksumur karena melakukan penganiayaan terhadap dua orang mahasiswa, Jia dan Evri. Pelaku kalap karena kedua korban mengintip saat dirinya sedang bertengkar dengan ayahnya.
Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto mengatakan, aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku pada 7 Oktober lalu. Saat itu pelaku yang tinggal di Jalan Pandega Karya, Kalurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok ini terlibat keributan dan bertengkar dengan ayahnya.
Keributan ini terdengar sampai di luar rumah dan banyak mengundang perhatian warga sekitar. Kedua korban yang indekos di dekat rumah korban mengintip melalui jendela di rumah tersangka. Namun pelaku mengetahuinya dan mengejar kedua korban. “Setelah bertemu korban, pelaku marah-marah dan membacok,” kata Kapolsek.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul "Tak Terima saat Berkelahi dengan Ayah Diintip, Pemuda di Sleman Bacok 2 Mahasiswa".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Kanada.
Cari city car bekas di bawah Rp100 juta? Honda Brio, Toyota Agya, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan lainnya bisa jadi pilihan. Simak tips membeli mobil bekas!
Tiga pasangan resmi menikah dalam nikah bareng di atas moge Harley Davidson di KUA Sewon Bantul.
Gelombang panas ekstrem ancam Piala Dunia 2026 di AS dengan suhu terasa hingga empat puluh tiga derajat Celsius dan risiko kesehatan serius.