Halim: Kampanye di Masa Pandemi Melelahkan dan Boros

Calon Bupati nomor urut satu Abdul Halim Muslih bersama istri Emi Masruroh sedang menyalurkan hak suaranya di TPS 006 Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (9/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 Desember 2020 14:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dua pasangan calon bupati Bantul Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo dan Suharsono-Totok Sudarto mengakui selama masa kampanye yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 cukup melelahkan dan boros.

Alasannya karena kampanye harus memenuhi protokol kesehatan. "Ya cukup melelahkan dan boros," kata Halim, di kediamannya di Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (9/12/2020).

Selama 71 hari masa kampanye ini Halim mengaku telah mendatangi undangan masyarakat sebanyak sekitar 720 kali. Sebab dalam satu dusun pihaknya bisa berkali-kali datang dan berorasi yang sama dengan audiens yang berbeda karena harus memenuhi ketentuan maksimal 50 orang masa kampanye yang berkumpul.

Baca juga: Usai Nyoblos, Abdul Halim Muslih Mengaku Siap Terima Hasil Pilkada Bantul dengan Legowo

Kondisi tersebut berbeda saat sebelum masa kampanye yang bisa mengumpulkan orang sebanyak mungkin di lokasi yang sama. "Masa pandemi ini mau tidak mau harus memenuhi protokol kesehatan," ucap Halim.

Ketua Tim Sukses Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo, Subhan Nawawi juga mengakui bahwa kampanye di masa pandemi Covid-19 dengan aturan pembatasan massa dan kampanye daring sangat melelahkan dan mahal.

“Sesuai aturan protokol kesehatan, setiap pertemuan tatap muka paslon dengan masyarakat hanya dibatasi 50 orang. Kondisi ini menjadikan sosialisasi harus dilakukan beberapa kali dengan waktu berbeda meskipun di satu wilayah,” kaya Subhan.

Karena harus kampanye harus mendatangi banyak, kata Subhan, maka dia mengaku secara fisik kampanye di masa pandemi ini sangat melelahkan tidak hanya bagi paslon namun juga tim sukses. "Selain besar di biaya transportasi, pemasangan APK di banyak titik juga menjadi pengeluaran besar," ujar Subhan.

Senada disampaikan oleh Ketua Tim Kampanye Suharsono-Totok Sudarto, Arif Iskandar. Dia mengatakan selama kampanye di masa pandemu Covid-19 ini cukup melelahkan.

Baca juga: Tommy Ungkap 2 Jenderal Polisi Memaksa Minta Miliaran Rupiah di Kasus Djoko Tjandra

"Saya kira kesulitan yang kami rasakan bukan kami saja tapi penyelenggara juga karena adanya pembatasan personil agar proses tahapan pilkada memenuhi protokol kesehatan," kata Arif. Pihaknya selama ini memasifkan kampanye melalui media daring namun banyak masyarakat belum terbiasa dengan media daring. Namun demikian dia bersyukur kampanye selama ini berjalan lancar dan kondusif.

Arif juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, "Boleh beda pilihan tapi guyub rukun dan gotong-royong perlu dijaga," kata Arif.