UNICEF: 3,7 Juta Anak Afghanistan Alami Malnutrisi Akut
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Petugas Satpol PP meminta masyarakat tidak berkerumun di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja, Kamis (31/12/2020) malam. /ANTARA FOTO-Luqman Hakim\r\n
Harianjogja.com, JOGJA - Pergantian tahun 2020 menuju 2021 berlangsung tenang di Jogja. Di Kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja, Jumat (1/1/2021) dini hari, tidak ada pesta kembang api layaknya tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, masyarakat tetap datang dan berkerumun di trotoar pada sisi kanan dan kiri simpang empat pusat Kota Gudeg itu mendekati pukul 00:00 WIB.
Sebagian mereka tampak berdiri dan saling bercengkrama dan lainnya sibuk mengabadikan suasana dengan gawai.
Satu jam sebelumnya, potensi kerumunan masih bisa dicegah oleh petugas. Namun, mendekati pergantian tahun, jumlah warga yang berkumpul di trotoar kawasan tersebut semakin menumpuk tanpa menghiraukan imbauan membubarkan diri.
Baca juga: Ternyata, Tadi Malam Wuhan Merayakan Tahun Baru secara Normal
Kerumunan berangsur terurai pada pukul 00.30 WIB setelah petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP membubarkan secara paksa dan meminta mereka kembali ke rumah masing-masing.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menduga munculnya kerumunan orang saat momentum pergantian tahun itu karena mereka kebingungan dan mengira ada pesta kembang api.
"Mereka kebingungan mau nonton apa kan tidak ada apa-apa kemudian mereka kembali," kata Heroe saat ditemui di kawasan itu.
Baca juga: Pemberitahuan Penerima Vaksin Covid-19 Dikirim Melalui SMS
Ia mengklaim jumlah orang yang memadati kawasan pusat Kota Jogja itu tak lebih banyak jika dibandingkan hari-hari biasa.
Apalagi Pemkot Jogja telah memasang pagar barikade di setiap sudut dengan harapan mempersulit orang berkerumun di kawasan itu.
"Saya melihat malah tidak ada kerumunan. Dibanding hari-hari biasa malah lebih banyak hari biasa sebenarnya," kata dia yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Jogja ini.
Seorang wisatawan asal Bandung Jawa Barat Ethan (26), mengaku telah mengetahui imbauan larangan perayaan pesta kembang api di saat masa pandemi COVID-19 di Jogja.
"Ya datang cuma mau lihat sih katanya di sini (Nol Kilometer) kan suka ramai. Iseng juga siapa tahu ada kembang api," kata dia.
Sementara itu, pengunjung lain asal Pekalongan, Jawa Tengah, Feni (25) mengatakan ingin menikmati suasana pergantian tahun di Jogja dengan menerapkan protokol kesehatan.
Meski di masa pandemi, ia mengaku tidak khawatir dengan potensi penularan COVID-19.
"Kalau kita takut terus, kita tidak akan bisa maju, yang penting kami sudah memenuhi protokol kesehatan, memakai masker dan hand sanitizer," kata dia.
Setelah berangsur lengang pada pukul 01.00 WIB, petugas kemudian mensterilisasi kawasan itu dengan menyemprotkan cairan disinfektan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mendorong pelajar Sekolah Rakyat untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.