Ada Puluhan Kasus Penemuan Mayat dan Meninggal Mendadak di Kulonprogo Sepanjang 2020

Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono (kiri) didampingi Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan saat memberikan keterangan dalam jumpa pers akhir tahun di Mapolres Kulonprogo, Kamis (31/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 Januari 2021 10:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Jumlah kasus penemuan mayat dan peristiwa orang meninggal mendadak yang ditangani Polres Kulonprogo sepanjang 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Tercatat pada 2020, Polres telah menangani sedikitnya 28 kasus penemuan mayat dan 28 kasus orang meninggal mendadak. Jumlah itu meningkat dari 2019, yang hanya 18 kasus penemuan mayat dan satu kasus orang meninggal mendadak.

"Ya dua kasus itu ada kenaikan jumlah dari tahun lalu, yang kebanyakan dialami orang dengan gangguan jiwa dan lansia," kata Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono dalam jumpa pers tentang perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang 2020 di Aula Mapolres Kulonprogo, Jumat (31/12/2020).

Baca juga: Terduga Penghina Lagu Indonesia Raya Seorang WNI, Bekerja Sebagai Buruh di Sabah

Peningkatan dua kasus itu bukan tanpa alasan. Dijelaskan Tartono, sejak awal 2020, ia telah menginstruksikan seluruh anggota di polres dan polsek untuk tidak sebatas menangani kasus pidana semata, tapi juga peristiwa non pidana seperti dua kasus tersebut. Sehingga ketika dievaluasi di akhir tahun, jumlahnya naik dari tahun-tahun sebelumnya.

Di samping penemuan mayat dan orang meninggal mendadak, Polres Kulonprogo juga menangani kasus non pidana lain, seperti bunuh diri, tenggelam di sungai, tersengat listrik, tertabrak kereta api, terperosok ke dalam sumur, meninggal dunia karena sakit, kecelakaan laut, jatuh dari pohon, tanah longsor, hanyut di sungai, pohon tumbang, tercebur ke dalam galian proyek hingga temuan kendaraan bermotor.

"Kasus-kasus non pidana ini kan biasanya dilewatkan, nah kalau di kami jadi perhatian yang ke depan dilakukan evaluasi," ujarnya.