Kasus Covid-19 di Kulonprogo Melonjak Tajam, Puluhan Nakes Terjangkit

Puskesmas Sentolo 1 yang tutup pada Minggu (3/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
03 Januari 2021 14:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kenaikkan kasus Covid-19 di Kulonprogo dalam beberapa waktu terakhir turut menimpa tenaga kesehatan (nakes). Gugus tugas setempat mencatat saat ini ada sedikitnya 36 nakes di Bumi Menoreh terjangkit virus Corona.

"Dengan makin meningkatnya kasus di masyarakat, risiko nakes terpapar juga meningkat. Tercatat saat ini ada 36 karyawan kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit terkonfirmasi positif Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati kepada awak media Minggu (3/1/2021).

BACA JUGA: Arus Balik, Ribuan Penumpang Padati YIA

Dari 36 nakes itu, 21 berasal dari tiga puskesmas: Puskesmas Samigaluh 1 sebanyak empat orang, Puskesmas Sentolo 1 sejumlah delapan orang dan Puskesmas Sentolo 2 sembilan nakes.

Layanan kesehatan di tiga puskesmas tersebut telah ditutup untuk sementara, khusus layanan tatap muka, seperti rawat inap dan konsultasi dokter. Adapun layanan gawat darurat dan rawat jalan tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penutupan itu berlangsung mulai Jumat (1/1/2021) sampai beberapa hari ke depan. Penutupan di Puskesmas Samigaluh 1 rencananya berlaku hingga Kamis (7/1/2021), sedngkan Puskesmas Sentolo 1 dan 2 sampai dengan Selasa (5/1/2021).

Baning mengatakan beberapa hari belakangan, kasus Covid-19 di Kulonprogo melonjak tajam. Bahkan pada akhir 2020, akumulasi penderita Covid-19 di kabupaten ini telah menembus angka 1.010. Hal itu karena adanya tambahan 40 kasus baru pada Kamis (31/12/2020).

BACA JUGA: Guguran Merapi Minggu Pagi Mengarah ke Kali Lamat

"Kemudian pada 1 Januari ada tambahan lagi 55 kasus baru, sehingga sekarang totalnya 1.065 kasus. Dari jumlah itu, 28 masih isolasi di rumah sakit, 282 isolasi mandiri di rumah, 737 sembuh serta 18 meninggal dunia," ungkapnya.

Dari 55 kasus baru itu, 42 merupakan kontak erat kasus sebelumnya dengan rincian 39 kontak kasus positif di Kulonprogo dan tiga kontak kasus positif luar Kulonprogo.

Adapun 13 sisanya merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan klinis maupun rapid test (RT) dengan hasil reaktif atau RT antigen dengan hasil positif, pelaku perjalanan, dan ada yang masih ditelusuri penyebab tertular virus.

Baning mengimbau kepada masyarakat Kulonprogo untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) serta meningkatkan daya tubuh agar tidak mudah terjangkit virus. Bagi yang terkonfirmasi positif tanpa gejala, diharapkan bisa melaksanakan isolasi mandiri dengan benar.

"Karena rumah sakit rujukan di DIY sekarang kondisi penuh, jadi mangga harapan saya tetap lakukan prokes agar tidak tertular Covid-19," ujarnya.

Harapan senada disampaikan Bupati Kulonprogo, Sutedjo. Ia meminta masyarakat benar-benar memperhatikan protokes dan menunda kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak massa, setidaknya sampai vaksin diberikan. "Semoga pandemi ini bisa segera berakhir," ucapnya.