Duh...Dalam 24 Jam Kasus Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 180 Orang

Ilustrasi. - Freepik
09 Januari 2021 07:37 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kasus konfirmasi positif terinfeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah 180 orang, sehingga total kasus positif terpapar virus corona baru tersebut pada Jumat menjadi 3.895 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi pada Jumat malam menyebut penambahan kasus baru itu terbanyak berasal dari Kecamatan Banguntapan 32 orang, kemudian Kecamatan Kasihan 25 orang, dari Kecamatan Bantul 19 orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Piyungan 15 orang, Sewon 15 orang, Pleret 12 orang, Sedayu 11 orang, Pajangan 10 orang, Sanden tujuh orang, Jetis tujuh orang, Bambanglipuro enam orang, Srandakan lima orang, Pundong lima orang, Pandak lima orang, Kretek tiga orang, Dlingo dua orang, dan Imogiri satu orang.

Sementara untuk pasien konfirmasi COVID-19 yang sembuh bertambah 65 orang, berasal dari Banguntapan 16 orang, Sewon 11 orang, Bantul tujuh orang, Jetis enam orang, Pandak lima orang, Sedayu lima orang, Imogiri empat orang, Sanden tiga orang, Pajangan tiga orang, Srandakan dua orang, Piyungan dua orang, dan Bambanglipuro satu orang.

Dengan demikian total angka kesembuhan dari infeksi COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga hari ini berjumlah 3.022 orang.

Sedangkan untuk pasien konfirmasi COVID-19 yang meninggal pada Jumat (8/1/2020) bertambah 10 orang, dari Kecamatan Sewon dua orang, Sedayu dua orang, sisanya dari Kecamatan Srandakan, Sanden, Bantul, Jetis, Banguntapan, dan Kasihan masing-masing satu orang.

Sehingga total kasus positif yang meninggal berjumlah 107 orang. Dengan begitu, pasien COVID-19 aktif yang masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan saat ini berjumlah 766 orang.

Camat Banguntapan Bantul Fauzan Muarifin dalam keterangan tertulis menanggapi tingginya kasus positif di Banguntapan mengatakan, masih banyak masyarakat yang kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun sosial keagaamaan.

Disamping itu, kata dia, makin intensnya interaksi dengan pelaku perjalanan menyebabkan angka positif cenderung naik.

"Dibutuhkan peran serta warga untuk disiplin dan penuh kesadaran, secara bersama sama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan mengikuti anjuran pemerintah yaitu, selalu memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun," katanya.

Dia juga mengharapkan, masyarakat agar selalu meningkatkan stamina tubuh, dan bagi pemudik atau warga yang mendapat rekomendasi harus melakukan isolasi mandiri 14 hari secara disiplin.

Sumber : Antara