Satpol PP Gunungkidul Tegur Toko yang Buka di Luar Jam Operasional

Ilustrasi. - Freepik
13 Januari 2021 16:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksana Tugas Satpol PP Gunungkidul Agus Priyanto akan terus mengawasi pelaksanaan  Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) hingga kebijakan tersebut berakhir 25 Januari mendatang. Hingga Rabu (13/1/2021) ada empat toko yang ditegur karena melanggar jam operasional selama pembatasan.

“Empat ini melanggar jam buka sehingga kami ingatkan untuk menaati selama pembatasan aktivitas berlangsung,” kata Agus kepada Harianjogja.com, Rabu.

BACA JUGA: Dua Ruas Jalan di Gunungkidul Dibangun Tahun Ini

Pengawasan juga melibatkan aparat keamanan hingga pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul. “Kami juga melibatkan gugus tugas di kapanewon untuk memaksimalkan dalam upaya pengawasan,” katanya.

“Yang jelas ada teguran dulu. Baru kalau ngeyel ada tindakan lanjutan sesuai kebijakan OPD yang membidangi,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah berharap kepada masyarakat untuk mematuhi aturan saat PTKM berlangsung. Menurut dia, pembatasan aktivitas dilaksanakan sebagai upaya mengurangi laju penyebaran virus Corona.

Badingah kembali mengeluarkan Instruksi Bupati No.443/0187 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Aturan ini sekaligus merevisi instruksi bupati sebelumnya yang juga menyangkut masalah pembatasan aktivitas di masyarakat.

Menurut dia, aturan terbaru lebih detail dalam pengaturan. Sebagai contoh operasional usaha kuliner, di peraturan sebelumnya tidak ada jam operasional, namun sekarang dibatasi sampai jam 21.00 WIB, dengan catatan makanan dibawa pulang. Selain itu, juga ada penambahan porsi work from home dari 50% menjadi 75% pegawai. “Untuk jam buka pertokoan kami tetapkan hingga puku 19.00 WIB, dari sebelumnya hanya pukul 18.00 WIB,” katanya.