Baru 2.380 SDM Kesehatan di Sleman yang Divaksin

Ilustrasi Vaksin COVID-19. - FOTO ANTARA /Irwansyah Putra
21 Januari 2021 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat sejak kick off pemberian vaksin Covid-19 pada Kamis (14/1/2021) lalu hingga Rabu (20/1/2021), sebanyak 2.380 SDM Kesehatan di Sleman menerima vaksin tersebut. Dinkes belum menerima informasi adanya penolakan dari SDM Kesehatan di Sleman terkait vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan hingga kini proses pemberian vaksinasi terus dilakukan di fasilitas kesehatan (Faskes) yang melayani vaksin Covid-19. Tercatat, sebanyak 2.380 SDM Kesehatan di Sleman yang sudah divaksin pada tahap pertama ini dari rencana 12.380 SDM Kesehatan yang terdaftar. "Sampai saat ini belum ada penolakan dari SDM Kesehatan. Mereka membutuhkan vaksin ini untuk melindungi dirinya," kata Joko.

Diakui Joko, dari beberapa SDM Kesehatan yang rencananya divaksin tidak dapat divaksin sesuai jadwal. Kondisi ini terjadi karena saat diperiksa tensinya cukup tinggi sehingga dilakukan penjadwalan ulang. "Sebelum diberi vaksin kan ada skrining. Kalau memenuhi syarat diberi vaksin. Sampai saat ini juga belum ada laporan adanya efek samping yang muncul akibat vaksinasi ini," kata Joko.

Baca juga: Jogja Butuh Lebih Banyak Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Dijelaskan Joko, di Sleman terdapat sekitar 15.000 SDM Kesehatan yang masuk dalam data Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK). Setelah melalui skrining, terdapat sekitar 13.000 SDM Kesehatan yang masuk kriteria sebagai penerima vaksin. Hanya saja, pada tahap pertama hanya 12.380 SDM Kesehatan yang masuk tahap pertama program vaksinasi Covid-19.

"Nah yang tidak masuk kriteria itu, ada beberapa hal. Ada yang pernah menjadi penyintas Covid-19, lanjut usia, memiliki komorbid dan memang belum masuk SISDMK. Mereka yang belum tercatat atau gagal divaksin tahap pertama nanti masuk tahap kedua," katanya.

Direktur RSU Mitra Paramedika Ichsan Priyotomo mengatakan beberapa SDM Kesehatan terkendala di sistem registrasi. Data yang dikirim ada yang salah ketik dan akan diperbaiki. Di rumah sakit Mitra Paramedia dari 150 SDM Kesehatan baru 50 SDM Kesehatan yang diberi vaksin. "Tidak ada yang mengalami efek samping. Semua sehat. Memang dalam proses skrining ada yang tensinya tinggi dan tidak layak divaksin sehingga perlu dijadwal ulang," katanya.