Dihantam Pandemi, Sejumlah Hotel di Jogja Terpaksa Jual Properti di Situs Online

Ilustrasi. - Freepik
25 Januari 2021 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, mengakibatkan puluhan hotel dan resto di DIY tidak mampu beroperasi kembali, sejumlah properti juga ditawarkan di situs jual beli daring.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan ada 30 hotel dan resto yang saat ini sudah tidak mampu lagi beroperasi. Kemudian ada 200 tutup, namun masih mungkin beroperasi kembali, dan 170-an hotel resto yang masih operasi namun harus menekan biaya operasional. “Harus merumahkan beberapa karyawan yang masih beroperasi itu,” ucap Deddy, Minggu (24/1/2021).

Untuk hotel yang sudah tidak bisa beroperasi tersebut, mulai dari hotel non-bintang hingga hotel bintang empat. Sejumlah hotel juga ada yang telah dijual propertinya. Namun, Deddy enggan menyebutkan hotel-hotel mana saja yang telah dijual.

Deddy mengungkapkan kondisi sekarang dengan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Jogja, membuat kondisi hotel dan resto kian terpuruk. Rata-rata okupansi hotel di DIY saat ini hanya pada kisaran 10,5%. Untuk bertahan, Deddy mengatakan hotel-hotel menawarkan paket promo staycation, paket pernikahan dengan protokol kesehatan, dan paket sepeda wisata, dan berbagai promo lainnya.

Pihaknya mengharapkan ada solusi dari masalah yang dihadapi pelaku wisata saat ini. Relaksasi yang dulu pernah diterima oleh pihak hotel, dapat dilanjutkan kembali. Seperti pengurangan tarif pajak yang dibebankan ke tamu 10% diharapkan bisa menjadi 5%. Dengan begitu diharapkan tamu tidak keberatan, dan pengelola hotel juga tidak keberatan.

“Kemudian BPJS pegawai kami masih nanggung walaupun dirumahkan. Jadi dilematis yang dulu mencangkan mengikrarkan, ekonomi kesehatan bareng. Sekarang ekonomi kok dikorbankan, pergerakan manusia itu jadi kunci pariwista,” ucapnya.

Dia mengungkapkan selama ini pihaknya melalui Satgas Covid-19 PHRI DIY juga sangat ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19, bagi anggota. Menurtnya pembatasan gerak masyarakat ini tidak menjadi solusi saat ini, akan lebih baik menurutnya jika pemerintah tegas untuk menindak pelaku usaha termasuk hotel yang tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Berdasarkan penelusuruan Harian Jogja di situs jual beli properti daring. Seperti Lamudi.com sejumlah hotel memang ditawarkan baik dari non bintang hingga hotel bintang 4 dijual. Harga yang ditawarkan juga beragam, ada yang mencapai ratusan miliar.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji mengatakan dampak pandemi saat ini dirasakan oleh semua industri pariwisata. Harapan industri pariwisata yang sempat kembali naik, menjelang akhir tahun pun kembali turun. “Menjelang akhir tahun itu drop lagi karena kebijakan Antigen itu. Kemudian ini ditambah PSBB Jawa Bali, nanti disusul sudah masuk bulan puasa, jadi ya sangat berat kondisi pariwisata saat ini,” ucap Bobby.