Muntahkan 52 Kali Awan Panas, 196 Warga Tiga Dusun di Lereng Merapi Mengungsi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
28 Januari 2021 09:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Selama periode 27 Januari, Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 52 kali awan panas ke arah barat daya. Akibat peningkatan aktivitas tersebut, warga di tiga dusun, Turgo, Pakembinangun, Pakem mengungsi.

Selain warga Turgo, warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan yang sehari sebelumnya kembali ke rumah terpaksa kembali mengungsi. Sementara satu KK Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan ikut mengungsi.

Berdasarkan laporan BPPTKG Jogja, asap kawah teramati berwarna putih setinggi 20 meter di atas puncak kawah, dengan intensitas sedang hingga tebal. Hingga Rabu (27/1/2021) malam, Merapi mengeluarkan sebanyak 52 kali awanpanas 52 kali, dengan estimasi jarak maksimum 3km ke arah barat daya (hulu Krasak dan Boyong). Tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari Barat ke Timur rata puncak. Guguran teramati empat kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter, arah barat daya (Kali Krasak, Boyong)

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan untuk Kamis (28/1/2021) ini belum teramati adanya luncuran awan panas. Ia membenarkan adanya pengungsian warga di lereng Merapi akibat kenaikan aktivitas gunung tersebut. Berdasarkan Pusdalop BPBD Sleman, warga lereng Merapi mengungsi di tiga barak pengungsian.

Barak Utama Kalurahan Purwobinangun, Barak Rentan Purwobinangun dan SD Negeri Tawangharjoa jumlah warga yang mengungsi sebanyak 145 jiwa. Rinciannya, sebanyak 33 lansia, 76 dewasa, 32 anak, tiga balita, bayi dan ibu hamil. Di Barak Plosokerep Umbulharjo Cangkringan, hanya dihuni 10 jiwa yang berasal dari 1 KK. Terdiri dari 2 dewasa, lima anak dan tiga balita.

Terakhir di Barak Gedung PNPM Kalurahan Glagaharjo Cangkringan yang diisi oleh warga kelompok rentan sebanyak 41 jiwa. Terdiri dari 24 lansia, 21 dewasa, anak dan balita masing-masing dua orang.

"Pagi ini pengungsi di Glagaharjo tinggal lima lansia, lainya naik lagi," ujar Makwan.

BPBD Sleman, kata Makwan mengerahkan armada dan sumberdaya serta relawan untuk membantu proses evakuasi. Termasuk mendirikan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi.

"Untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada pengungsi, maka petugas dan relawan di Purwobinangun akan diswab antigen, jam 09.00 WIB hari ini di aula Kalurahan Purwobinangun," kata Makwan. (Abdul Hamid Razak)

Proses evakuasi pengungsi warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Rabu (27/1) malam. (DOKBPBDSLEMAN)