Ribuan Orang Datang ke Jogja Libur Imlek, GKR Bendara Anggap GeNose Ringankan Beban Wisatawan

GKR Bendara berbincang dengan Kepala Stasiun Tugu Ade Iskandar di Stasiun Tugu pada Kamis (11/2/2021).-Harian Jogja - Sirojul Khafid
11 Februari 2021 19:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-– Pengecekan penumpang kereta api menggunakan alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas, GeNose diharapkan meringankan beban para penumpang, termasuk wisatawan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dalam kunjungannya di Stasiun Tugu Jogja, Kamis (11/2/2021).

GKR Bendara menyatakan keberadaan GeNose sangat penting. Terlebih saat ini sudah terlihat adanya peningkatan wisatawan yang datang ke Jogja, terutama sejak Desember 2020 lalu. “Lalu ada keputusan untuk pakai [swab] antigen. Langsung terlihat lagi, dengan antigen wisatawan turun, banyak yang men-cancel [datang ke Jogja],” kata GKR Bendara saat ditemui wartawan di Stasiun Tugu pada Kamis (11/2/2021).

Adanya hasil swab antigen sebagai syarat perjalanan cukup memberatkan penumpang, termasuk yang bepergian secara kelompok. GKR Bendara menyatakan, apabila dalam satu keluarga ada empat anggota, maka biaya untuk swab antigen mencapai Rp1 juta.

“Pakai GeNose masih di bawah Rp100.000 meski berempat. Saya berharap GeNose bisa produksi lebih cepat, agar bisa dipakai di semua stasiun kereta api. Hasilnya juga bisa menjadi standardisasi pengganti swab antigen di semua objek wasata,” kata GKR Bendara.

Di situasai pandemi Covid-19 dengan jumlah korban yang semakin bertambah, GKR Bendara sadar beberapa orang mempertanyakan mengapa wisata terus digenjot. Salah satu alasannya lantaran banyak orang yang pendapatannya berasal dari sektor wisata. Tidak hanya pelaku wisata secara langsung, tapi juga pelaku usaha kecil menengah menggantungkan ekonominya di sektor wisata.

Di masa pandemi ini, banyak pelaku pariwisata yang tidak bisa bertahan. “Harus ketemu titik tengahnya. Jangan sampai terlalu ketat [syarat masuk ke wilayah wisata], jangan sampai terlalu longgar juga,” kata GKR Bendara.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Kepala Terbungkus Plastik, Ada Tabung Oksigen

Menurut perbincangan GKR Bendara dengan Kepala Stasiun Tugu Ade Iskandar, pada libur Imlek tahun ini, tiket menuju Jogja sudah terjual habis. Artinya akan ada sekitar empat ribu orang yang datang ke Jogja pada tanggal 12 Februari 2021. Penumpang ini terbagi di dua stasiun, yaitu Stasiun Tugu dan Lempuyangan.

“Silahkan datang ke Jogja. Kami siap, protokol kami juga cukup bagus. Kami tidak bisa mengatur semua orang yang ke Jogja, [tapi] wisatawan itu sendiri yang bisa mengatur. Monggo datang ke Jogja, kami siap, tapi mohon taat [aturan dan prokes],” kata GKR Bendara.

Walaupun GeNose cukup efektif secara biaya, GKR Bendara merasa tidak semua tempat wisata butuh untuk saat ini. Asalkan di perbatasan dan tempat transportasi publik sudah ada, maka hal itu sudah tergolong aman. “Butuh [untuk tempat pariwisata] sih iya, tapi tidak butuh-butuh banget. Kalau di perbatasan sudah ada GeNose, sudah aman untuk kami,” kata GKR Bendara.