Hujan Deras dan Angin, Tower EWS Pemantau Awan Panas Merapi Ambruk

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
28 Februari 2021 21:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan deras disertai angin yang menggiyur wilayah Sleman sepanjang sore pada Sabti (27/2/2021) mengakibatkan satu tower Early Warning System (EWS) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) ambruk.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Lelono, menjelaskan tower yang ambruk berlokasi di Padukuhan Tunggularum, Desa Wonokerto, Kapenewon Turi. "Tepatnya di sebelah selatan bunker Tunggularum," ujarnya, Minggu (28/2/2021).

Ia mengatakan saat kejadian petugas jaga BPBD Sleman di bunker Tunggularum melaporkan kalau tower ambruk. "Kemudian kita teruskan informasi itu kepada BPPTKG supaya dilakukan penanganan," katanya.

Tower yang ambruk ini kata dia, merupakan tiang lama yang struktur salah satu tongkatnya sudah keropos. Hal ini menyebabkan saat terjadi hujan deras disertai angin kencang rawan ambruk.

BACA JUGA: Menkes RI Dijadwalkan Kunjungi Sejumlah Faskes di Bantul

BPPTKG diketahui memiliki EWS awan panas di lima titik, yakni Tunggularum, Turgo, Ngrangkah, Kopeng, dan Kalitengah Kidul. Selain iti, BPBD Sleman juga menempatkan sejumlah EWS di Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen.

Berdasarkan pengecekan BPBD Sleman, seluruh EWS milik BPBD dalam kondisi baik. "Sudah kami cek, semuanya aman dan berfungsi dengan baik," katanya.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan kerusakan tower di Tunggularum yang ambruk telah ditanganipada Minggu (28/2/2021) pagi. "Itu hanya tower sirine saja. Sekarang sedang dicek," katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, menuturkan selain tower EWS, di Kapenewon Turi hujan dan angin mengakibatkan pphon tumbang menimpa rumah warga di Manggungsari, RT 01, RW 12, Wonokerto.

"Selain itu ada pohon tumbang melintang di jalan di Disun Nanggring, Desa Girikerto. Semuanya sudah terkondisi," ujarnya.