Kulonprogo Dapat Kuota Transmigrasi 15 KK, Kapan Berangkat?

Ilustrasi. - AntaraFoto/ Yusran Uccang
05 Maret 2021 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kabupaten Kulonprogo mendapat jatah kuota transmigrasi sejumlah 15 KK yang tersebar di pulau Kalimantan dan Sulawesi pada 2021. Secara keseluruhan, DIY mendapat jatah dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia sebanyak 70 KK yang kemudian melalui rapat koordinasi di Disnakertrans DIY, Rabu (3/3/2021) lalu dibagikan ke kabupaten maupun kota.

Kepala Bidang Transmigrasi Heri Widada mengatakan kuota 15 transmigran yang didapatkan oleh Kulonprogo nantinya akan meliputi di sejumlah lokasi. Di antaranya, Raimuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara sebanyak lima KK, di wilayah Mahalona Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sebanyak lima KK dan lokasi Palingkau Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah sebanyak lima KK.

“Ini baru pembagian kuota karena masih pandemi Covid-19, terkait kepastian keberangkatan yang tahun kemarin ditunda, untuk tahun ini juga belum tahu pastinya, meski sudah berjalan vaksinasi, namun menurut pendapat saya lebih baik program transmigrasi untuk sementara di moratorium dulu menunggu wabah pandemi Covid-19 reda, atau oleh WHO diputuskan menjadi endemik, kalau masih seperti sekarang ini sangat riskan sekali,” ujar Heri saat dikonfirmasi pada Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Penularan Covid-19 Rendah, Sleman Kembali Bebas Zona Merah

Seperti diketahui, bahwa tahun 2020 yang lalu saat pandemi Covid-19 melanda, pemerintah membatalkan program pemberangkatan transmigrasi karena anggaran yang terpaksa harus dilakukan refocusing untuk mengatasi pandemi. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2021. Refocusing anggaran untuk pengadaan vaksin Covid-19 kembali dilakukan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo Nurwahyudi mengatakan kuota transmigrasi kabupaten Kulonprogo pada tahun ini rupanya tidak seperti rencana awal tahun 2020 lalu yang dimoratorium tidak ada pemberangkatan.

"Rencananya akan diberangkatkan tahun 2021. Namun, ada lokasi yang ternyata didrop tanpa pemberitahuan resmi, yaitu di kawasan transmigrasi di Bulungan, Kalimantan Utara. Padahal peminatnya dua kali lipat dari kuota yang diberikan, sehingga dengan adanya informasi seperti ini belum tahu apakah mau calon di pindah ke lokasi baru," terangnya

"Hal yang sama juga terjadi ketika Kulonprogo pada tahun yang sama juga dikasih kuota di Sidrap, ternyata di tengah jalan ketika kami gencar-gencar promosi juga lokasi tersebut didrop," sambung Nurwahyudi.