Tahun Ini, Lahan Sawah Kulonprogo Ditarget Tambah 50 Ha

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Maret 2021 07:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Lahan pertanian di kabupaten Kulonprogo terus dikembangkan. Pada 2021, lahan cetak sawah baru di 2021 ditargetkan bakal mencapai sekitar 50 hektare. Harapannya, stok beras di Bumi Binangun terus terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan upaya penambahan lahan cetak sawah baru di Kulonprogo menjadi program unggulan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. "Tahun ini kita juga punya target 50 hektare lagi," ujar Aris saat dikonfirmasi pada Senin (15/3/2021).

Lebih lanjut, upaya pencetakan lahan sawah baru di Kulonprogo juga sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo sejak tahun 2020. Sebanyak 50 hektare lahan sawah cetak baru sudah dicetak dan menghasilkan padi yang berkualitas.

Baca juga: Hotel di Sleman Mulai Bergeliat, Okupansi Capai 50%

"Jadi, yang pertama kegiatan cetak sawah ya ini memang menjadi program unggulan kita. Di tahun 2020 kemarin kita mencetak sekitar 50 hektare. Hasilnya cukup bagus, pertama lahan cetak sawah bisa ditanam dengan produktivitas yang cukup tinggi," terang Aris.

Pencetakan lahan sawah baru rupanya tidak sekedar wacana. Hasilnya, per satu hektare, padi yang dihasilkan sebanyak 9,4 ton. Panen sendiri dilaksanakan oleh Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Padukuhan Mrunggi, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Dari panen padi sebanyak 9,4 ton, kemudian dikonversi menjadi gabah kering giling menjadi 8,8 ton per hektare.

Baca juga: Pusat Klaim Kasus Covid-19 di Jogja Melandai karena PPKM Mikro

"Bisa mencapai produksi sekitar 9,4 ton per hektare. Ini tentunya prestasi yang luar biasa. Baru dibuka dan ditanam produktivitas sudah mencapai 9,4 hektare. Kalau dikonversi menjadi gabah kering giling (GKG) menjadi 8,8 ton per hektare. Sementara, rata-rata kita di kabupaten itu GKG itu 8,5 ton. Ini merupakan prestasi yang luar biasa," terangnya.

Padi yang ditanam di lahan pertanian baru juga merupakan varietas terbaru. Padi yang dijuluki nutrizinc tersebut diklaim oleh Aris merupakan unggulan nasional. Selama ini, penggunaan padi nutrizinc juga ditujukan untuk menanggulangi stunting di Bumi Binangun.

"Kita juga mengembangkan padi nutrizinc. Ini salah satu varietas unggulan nasional. Di kita sudah menjadi inovasi daerah dan menjadi sumber penyediaan makan dan sebagai upaya menurunkan angka stunting. Kandungan nutrisi padi nutrizinc lebih tinggi jika dibandingkan dari varietas padi yang lain," tutup Aris.