Pembelajaran Tatap Muka di Gunungkidul Tunggu Instruksi Gubernur

Ilustrasi. - Antarafoto
03 April 2021 10:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan adanya kesiapan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun, untuk kepastian masih menunggu instruksi dari Gubernur DIY berkaitan dengan tatap muka di sekolah.

Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, menyambut rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuka pembelajaran sekolah tatap muka. Dari sisi persiapan, ia mengaku tidak ada masalah karena hampir seluruh sekolah di Bumi Handayani siap melaksanaan kegiatan tersebut. “Kami siap karena sekolah sudah siap,” kata Kisworo, Jumat (2/4/2021).

Dia menjelaskan, di awal tahun ini atau tepatnya saat dimulai pembelajaran di semester genap, disdikpora sudah memulai rencana membuka pembelajaran di sekolah. Meski demikian, wacana tersebut belum bisa dilaksanakan karena terbentur adanya peratuaran Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat.

Untuk saat sekarang, sambung Kisworo, pelaksanaan masih menunggu kebijakan dari Pemerintah DIY. Menurut dia, apabila sekolah diperbolehkan menggelar pertemuan tatap muka maka Gunungkidul siap melaksanakannya. “Kami tunggu instruksi dari gubernur yang diteruskan melalui kebijakan bupati. Jika ada lampu hijau menggelar pertemuan di sekolah, maka kami akan melaksanakannya,” katanya.

Ditambahkan dia, walaupun sistem belajar masih menggunakan metode daring, namun Gunungkidul sudah memulai menggelar pertemuan di sekolah. Hanya saja, cakupannya masih terbatas untuk siswa akhir SD maupun SMP. “Baru kelas enam dan sembilan. Itu pun pertemuan di sekolah terbatas konsultasi guna menghadapi asesmen standarisasi pendidikan daerah. Didalam pelaksanannya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Kisworo.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan tatap muka di sekolah. Menurut dia, kebijakan ini mengacu pada keluhan di masyarakat berkaitan dengan efektifitas pembelajaran secara online.

“Banyak orang tua yang mengeluh dan bertanya kapan pembelajaran di sekolah di mulai. Jadi, kami mendukung agar segera dibuka kembali,” katanya.

Ari pun mengakui adanya wacana kemendikbud membuka sekolah tatap muka merupakan kabar baik dan harapannya bisa segera dilaksanakan. Meski demikian, ia berpesan pada saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan sehingga tidak memunculkan kluster penularan di sekolah.

“Saya kira sekolah juga harus siap untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar,” katanya.