Vaksinasi Massal Sektor Pariwisata dan Transportasi di Sleman Dimulai, Cek Jadwalnya

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
04 April 2021 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi Covid-19 di Sleman mulai menyentuh sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan meski saat ini pemberian vaksinasi kepada tenaga pendidik di Puskesmas dan kelompok Lanjut Usia (Lansia) di rumah sakit masih berproses, namun program vaksinasi juga terus dilakukan ke kelompok lain. Dinkes memberikan vaksin Covid-19 setidaknya bagi 5.000 orang di sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya.

"Untuk tahap pertama, kami alokasikan untuk 5.000 sasaran. Ini menyesuaikan ketersediaan vaksin. Pelaksanaan hanya dilakukan selama lima hari, dari 5 April hingga 9 April," katanya, Minggu (4/4/2021).

BACA JUGA: Sejumlah Destinasi Wisata di Bantul Ini Ramai Wisatawan Saat Libur Paskah

Program vaksinasi tersebut, lanjut Joko, diberikan di objek wisata Candi Prambanan dengan mekanisme drivethru. Perhari, vaksin yang diberikan sebanyak 1.000 dosis. "Kami baru dapat tambahan vaksin sekitar 17.820 dosis. Selain untuk sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya juga untuk pendidik dan lansia yang belum divaksin," katanya.

Meski dengan cara drivethru, kata Joko, penerima vaksin tetap harus menyelesaikan masa tunggu 30 menit setelag divaksin. Caranya, peserta yang naik mobil tetap di dalam mobil di parkiran selama 30 menit dengan pengawasan tim medis. Adapun peserta yang naik sepeda motor disediakan kursi di bawah tenda dekat parkir sepeda motornya.

"Untuk kuota tanggal 5-7 April, kata Joko sudah full. Kami akan membuka kembali pendaftaran untuk kouta tanggal 8-9 April pada besok (hari ini). Untuk dosis keduanya digelar pada 3-7 Mei 2021," katanya.

Kasi Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinkes Slenan Niken menambahkan vaksinasi untuk sektor pariwisata, transportasi, dan petugas publik lainnya, Dinkes bekerja sama dengan Halodoc. Meski begitu, katanya, jika petugas publik lainnya belum dapat mengikuti vaksinasi massal maka saat ini tetap akan mendapatkan pelayanan secara reguler di fasilitas kesehatan.

Peserta vaksinasi massal, katanya, merupakan warga ber-KTP Sleman maupun domisili di Sleman yang ditunjukkan dengan bukti surat keterangan dari tempat bekerja maupun ID Card dan surat domisili (untuk KTP non Sleman). Bagi calon peserta yang telah mendaftarkan diri di daftarvaksin maupun yang belum tetap diminta untuk melakukan registrasi melalui aplikasi Halodoc.

"Petugas publik yang telah terdaftar maupun yang belum dapat mengakses vaksinasi massal dengan mengunduh aplikasi Halodoc, melakukan registrasi, dan memilih jadwal vaksinasi,"katanya.