HATO Perkenalkan Fillet Ayam dengan 80% Dada Ayam Asli di Ajang Chicken & Egg Run 2026
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Salah satu adegan dalam pentas teater "Tiga Bayangan"-Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar pentas teater "Tiga Bayangan" yang diselenggarakan pada tanggal 7 dan 8 April 2021, pukul 15.00-17.00 dan 19.30-21.30 di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Demi menghindari penyebaran Covid-19, gelaran ini ditayangkan secara virtual melalui platform loket.com.
Pentas ini menjadi salah satu proses yang untuk mengambangkan ide dan konsep suatu pementasan untuk mengembangkan konsep teater profetik dengan bentuk surealis.
Tahun 2021 ini merupakan pentas "Tiga Bayangan" yang keempat. Seperti pentas tiga bayangan sebelumnya, dalam pementasan ini mempersembahkan tiga naskah, tiga sutradara, dan tiga tata panggung yang berbeda.
Repertoar tersebut masing-masing berjudul “Memeluk Badai” yang disutradarai oleh Madhur M. Alif, “Kelaparan” yang disutradarai oleh Anak Mukti Fajar, dan “Panduan Menari dari Tuhan” yang disutradarai oleh Mahfud Setiawan.
Perbedaan pentas ini dengan sebelumnya adalah letak tata panggung yang sebelumnya terpisah di tiga lokasi yang berbeda dalam satu ruang, menjadi satu panggung yang memuat tiga pementasan sekaligus, namun dengan tata panggung yang berbeda.
Penayangan pentas Tiga Bayangan tersebut dipadukan dengan sinematografi, sehingga terwujud menjadi konsep teater sinematik yang berbeda dengan teater pada umumnya dan sedikit banyak akan keluar dari kaidah-kaidah teater selama ini.
Hal ini menjadi salah satu gerakan tersendiri di tengah efek dari pandemi yang melanda akhir-akhir ini, terutama beberapa komunitas kesenian teater yang mecari bentuk baru untuk melahirkan suatu karya yang ideal.
Sedanngkan teater sinematik di Indonesia merupakan suatu bentuk yang baru akhir-akhir ini, bahkan terdengar masing asing, terutama di dunia kesenian Indonesia.
Konsep pementasan tersebut tidak akan maksimal jika tidak tercipta dari ciri khas masing-masing repetoar.
Repertoar “Memeluk Badai” yang ditulis oleh Madhur M. Alif mengisahkan persoalan hidup manusia yang mempunyai dorongan dalam tubuhnya untuk melakukan tindakan yang tidak pernah lepas dari hal yang buruk dan baik.
Agama yang menjadi landasan dalam naskah ini lebih menjunjung nilai-nilai Ilahiyah dan Insaniyah. Menurut Al-Maududi nilai-nilai tersebut seperti penghayatan iman dan taqwa, sikap tolong menolong dalam berbuat kebajikan, menghargai diri dan orang lain juga menerima tanggung jawab bagi perbuatan yang dilakukan diri sendiri.
Perwujudan dalam kehidupan sehari-hari, naskah “Memeluk Badai” bisa diaplikasikan melalui perbuatan manusia yang terdapat sisi baik dan sisi buruk melalui dorongan nafsu yang ada dalam diri.
Terutama di zaman sekarang, materialisme dan konsumerisme secara global mengikis nilai-nilai luhur kehidupan manusia.
Sementara repertoar “Kelaparan” karya Siti Aminah yang diilustrasikan dengan dua burung pemakan daging busuk dan satu tanaman yang beracun. Ketiga makhluk itu dikurung didalam sebuah kurungan ketika dunia diambang krisis makanan.
Di dalam kurungan tersebut mereka bertanya, berbincang, dan berdebat tentang rasa lapar yang mereka hadapi. Kepercayaan terhadap yang abadi adalah perubahan dan kemandegan dalam bentuk penentangan fitrah kehidupan.
Hal itu bisa dilihat pada sekarang ini, manusia saling menindas dan mengambil hak orang lain dalammemenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adapun repertoar ketiga yang berjudul “Panduan Menari Dari Tuhan” karya M. Farid ini hendak menampilkan ketimpangan sosial di masyarakat. Repetoar ini menyinggung beberapa konflik sosial yang ada, di antaranya isu kemanusiaan, sosial-ekonomi, politik, ekologi, hingga agama.
Sedangkan dalam naskah diceritakan bahwa kritik sosial tersebut digambarkan oleh tiga tokoh di dalam tiga zaman yang berbeda.
Pribadi-pribadi yang hadir di panggung adalah subjek antar kelas yang saling terlibat dan saling melengkapi, namun pada akhirnya si kayalah yang diuntungkan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.
Shin Tae-yong optimistis Persija Jakarta memutus rekor buruk melawan Arema FC saat bertemu di Stadion Patriot, Rabu (21/10/2026).
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu, 21 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.