4.000 Warga Ramaikan Jalan Sehat HUT RI di Ngluwar Magelang
Jalan sehat HUT RI di Ngluwar Magelang diikuti 4.000 warga dan ikut menggerakkan UMKM serta potensi ekonomi desa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di tiga wilayah di DIY, hari ini, Selasa (12/4/2021).
Tiga wilayah tersebut yakni Kulonprogo, Sleman dan Bantul.
Adapun rincian prakiraan cuaca hari ini, Kota Jogja pagi hari hujan sedang, siang hari berawan, malam hari berawan dan dini hari berawan.
Sleman diprediksi pagi hujan lebat, siang hari berawan, malam hari hujan ringan dan dini hari berawan.
Bantul diprediksi pagi hari hujan lebat, siang hari cerah berawan, siang hari berawan dan dini hari berawan.
Kulonprogo diprediksi pagi hujan sedang, siang hari cerah berawan, malam hari berawan dan dini hari berawan.
Gunungkidul diprediksi pagi berawan, siang hari cerah berawan, malam hari hujan ringan dan dini hari berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 31 derajat celcius dengan kelembaban 65 hingga 100%.
Gelombang di pantai selatan DIY diperkirakan 2 hingga 2,5 meter. Angin bertiup dari barat daya ke timur laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan sehat HUT RI di Ngluwar Magelang diikuti 4.000 warga dan ikut menggerakkan UMKM serta potensi ekonomi desa.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.