Awan Panas Gunung Merapi Teramati Dua Hari Berturut-Turut

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
02 Mei 2021 13:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas erupsi Gunung Merapi terpantau masih relatif tinggi. Setidaknya dalam dua hari terakhir, teramati Merapi muntahkan lima awan panas guguran. Selain awan panas, guguran lava pijar dan sejumlah aktivitas kegempaan juga masih terjadi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Sabtu (1/5/2021), awan panas teramati pukul 07.31 WIB dengan amplitudo 45 mm, durasi 91 detik dan jarak luncur 1,3 km menuju barat daya.

“Awan panas kedua terjadi pada pukul 10.44 WIB, tercatat dalam seismograf dengan amplitudo 61 mm, durasi 95 detik dan jarak luncur 1,3 km ke arah barat daya. Pada sore harinya pukul 15.28 WIB teramati kembali awan panas dengan amplitudo 35 mm, durasi 133 detik dan jarak luncur 1,7 km ke arah barat daya,” ujarnya, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Kelompok Tani di Bantul Peroleh Hibah 23 Alsintan

Kemudian awan panas keempat dan kelima terjadi pada periode pengamatan pukul 18.00-24.00 WIB dan Minggu (2/5/2021) pukul 00.00 WIB-06.00 WIB. Masing-masing memiliki jarak luncur 1,2 km dan 1,5 km ke arah barat daya. Selain awan panas, pada Sabtu (1/5/2021) teramati terjadi tiga guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 600 meter ke arah barat daya dan tenggara.

Kemudian pada Minggu (2/5/2021) pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, teramati sebanyak enam guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya. Pada aktivitas kegempaan, dari Sabtu (1/5/2021) selama 24 jam hingga Minggu (2/5/2021) pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi lima gempa awan panas guguran, 155 gempa guguran, 11 gempa hembusan, 27 gempa fase banyak, dua tektonik jauh dan dua vulkanik dangkal.

Baca juga: Ratusan Telur Penyu Berhasil Diselamatkan

Berdasarkan pengamatan terakhir pada Kamis (28/4/2021), kedua kubah lava Gunung Merapi meski terus tumbuh namun karena terkikis aktivitas erupsi, volumenya tidak bertambah signifikan dari minggu sebelumnya, yakni 1.141.850 meter kubik pada kubah barat daya dan 1.794.000 meter kubik pada kubah lava tengah kawah.

Dalam sepekan terakhir tidak teramati adanya lahar hujan maupun penambahan aliran di sungai sekitar Gunung Merapi, meski hujan dengan intensitas ringan yakni 3 mm per jam selama 70 menit sempat terjadi di Pos Babadan, Rabu (27/4/2021) lalu.