Maksimalkan Pendapatan, Gunungkidul Bagikan 21 Tapping Box pada Pengusaha Hotel dan Resto

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Mei 2021 21:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menargetkan pemasangan 100 unit tapping box di akhir tahun ini. Total hingga pertengahan Mei sudah menyerahkan 21 unit kepada pengusaha hotel dan restoran di Bumi Handayani.

Kepala BKAD Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, program tapping box merupakan upaya dari pemkab untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak hotel dan restoran. Menurut dia, upaya penarikan sudah berjalan, namun hasilnya belum dioptimalkan. “Program ini diharapkan bisa bisa meningkatkan PAD yang dimiliki,” kata Saptoyo, Selasa (11/5/2021).

Program tapping box untuk pengusaha hotel dan restoran sudah diwacakan sejak beberapa tahun lalu. Namun ada kendala didalam pelaksanaannya sehingga baru mulai dilaksanakan pada April lalu. Total hingga sekarang sudah ada 21 unit yang disalurkan ke pengusaha. “Target kami di akhir tahun ada 100 tapping box yang dibagikan ke pengusaha. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris BKAD Gunungkidul, Mugiyana. Menurut dia, program mesin tapping box merupakan tindaklanjut dari Perda No.7/2017 tentang Pajak Hotel dan Restoran. “Kami berupaya memaksimalkan pajak dari sektor hotel dan restoran, makanya digulirkan pemasangan tapping box,” katanya.

Mugiyana menuturkan, PAD Gunungkidul hingga saat ini masih kecil. Hal ini terlihat dari plafon APBD yang nilainya menyentuh Rp1,8 triliun, namun sumbangsih dari PAD baru di kisaran Rp250 miliar. “Jujur, pendapatan pemkab masih bergantung dengan transfer dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Menurut dia, dengan program tapping box diharapkan memaksimalkan pendapatan, khususnya di sektor pajak hotel dan restoran. Ia tidak menampik salaam ini, realisasinya bisa melebihi target. Namun, dari sisi nominal jumlahnya masih kecil.

“Pendapatan dari pajak hotel dan restoran masih kalah dengan dari restribusi wisata. Kami berharap, dengan mesin-mesin ini maka pendapatan dari usaha restoran bisa dimaksimalkan,” katanya.