Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Gunadi menyatakan varian virus corona B.1.617.2 atau disebut varian Delta dari India mampu menurunkan kemampuan respon sistem imun manusia.
"Jadi, lebih mudah terpapar meskipun sudah divaksinasi atau sudah terinfeksi sebelumnya," kata Gunadi saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (14/6/2021).
Menurut dia, kekebalan tubuh yang biasanya mampu merespons setiap infeksi virus, kemampuan responnya menjadi menurun dengan masuknya varian Delta.
"Respon (imun) terhadap infeksi COVID-19 yang timbul baik infeksi alamiah maupun karena vaksinasi itu berkurang," kata dia.
Selain menurunkan respons sistem imun, menurut dia, varian Delta juga terbukti lebih cepat menyebar dibandingkan varian lainnya seperti varian Alpha atau B117 dari Inggris.
BACA JUGA: Hasil PCR 41 Karyawan Negatif, Superindo Seturan Kembali Beroperasi
"Ternyata 50-60 persen lebih cepat menyebar dibandingkan dengan Alpha," kata dia.
Kecepatan penularan varian Delta itu, menurut dia, antara lain dapat dilihat pada kasus yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah.
Merebaknya penularan varian Delta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah telah dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Pokja Genetik FKKMK UGM yang keluar pada 11 Juni 2021.
Ia menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 diantaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Dari kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.
"Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menutup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus," kata dia.
Gunadi mengatakan varian Delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.
Varian ini dimasukkan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan mempengaruhi sistem imun manusia.
Mengingat dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius, Gunadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19 baik yang sudah maupun belum mendapatkan vaksin.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.