Selter untuk Pasien Covid-19 di Bantul Nyaris Penuh, Ini yang Dilakukan Pemkab

Ilustrasi. - Freepik
14 Juni 2021 15:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sejumlah selter tempat isolasi pasien Covid-19 di Bantul mulai penuh. Selter desa disiapkan jadi penyokong selter kabupaten.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Joko Purnomo menerangkan memang telah terjadi kenaikan kasus dalam kurun emapat hari terakhir diatas 100 per hari. Tetapi ditegaskan Joko angka tersebut bukan naik 100 persen. "Berturut-turut selama empat hari 152, 160, 138, 107 orang. Jadi tren empat hari ini justru mengalami penurunan. Bantul semenjak liburan lebaran fluktuatif dengan rata-rata kenaikan empat persen," tuturnya Senin (13/6/2021).

"Solusi dari kenaikan Fluktuatif adalah, kita melakukan penegakan secara ketat Ingub dan Inbup tentang PPKM Mikro. Dengan melakukan pemberdayaan ke semua Satgas untuk memantau secara langsung ke masyarakat," tambahnya.

BACA JUGA: Corona Varian India Menyebar di Kudus, Tempat Isolasi Terpusat Disiapkan

Berdasarkan data yang diutarakan Joko, ketersediaan ruang isolasi di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 Bantul saat ini masih tersedia. Dari total 211 tempat tidur yang tersedia, saat ini terisi 127 tempat tidur, tersisa 84 tempat tidur Sementara untuk ruang ICU dari 29 tempat tidur, terisi 21 tempat tidur, menyisakan delapan tempat tidur.

Ditambahkan Joko saat ini kondisi RSLKC memang tengah penuh, sedangkan selter kabupaten relatif penuh. "Back up dengan selter desa dan bisa dimanfaatkan lintas desa. Contoh Sumbermulyo saat ini digunakan isolasi dari desa-desa di luar Sumbermulyo," tandasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa atau yang kerap disapa Oki membenarkan bila ketersedian tempat tidur di RLKC hingga 13 Juni 2021 telah penuh. Sementara Selter Semaul dari kapasitas 15 tempat tidur, telah terisi 12 tempat tidur. Sementara Selter Niten yang memiliki kapasitas 88 tempat tidur, telah terisi 87 tempat tidur. Sedangkan di Selter Patmasuri yang berkapasitas 60 tempat tidur, telah terisi 57 tempat tidur.

Ditegaskan Oki, Dinkes Bantul belum akan menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. "Pertimbangannya masih ada kamar. Semua RS di Bantul ada ruang untuk Covid-19," tandasnya.

Di sisi lain penuhnya sejumlah selter di Kabupaten akan disokong selter kalurahan yang ada. "Masih ada kamar untuk yang bergejala sedang. Belum ada perintah untuk menambah tempat tidur. Adanya perintah untuk memaksimalkan selter kalurahan bagi OTG. Sampai saat ini belum ada 50% keterpakaian selter kalurahan. [Data] selter kalurahan ada di kalurahan masing-masing, tidak melaporkan ke Dinkes Bantul," pungkasnya.

Lurah Sumbermulyo, Ani Widayani menyebutkan belasan tempat tidur di selter wilayahnya kembali terisi pasca sebelumnya kosong. Tempat tidur tersebut diisi pasien-pasien yang disebutkan Ani waiting list dari rumah sakit rujukan. "Hari ini kami merawat 17 pasien yang lintas kecamatan. Kapasitas selter 30, hari ini nanti kayaknya mau masuk lagi," tambahnya.

Secara detail Ani menerangkan tujuh pasien masuk ke Selter Sumbermulyo pada Sabtu (12/6/2021) malam dan 10 pasien masuk pada Minggu (13/6/2021) pagi. "Itu ada yang dari Poncosari, Srandakan. Ada yang dari Bangunjiwo, Kasihan. Ada yang dari Banguntapan. Ada beberapa dari lintas kecamatan," terangnya.

"[Satgas Desa] selalu siap, ada terus. Ini nyatanya begitu tadi malam di rumah sakit ada penumpukan dilarikan ke selter kami siap," tegasnya.

Dari segi logistik, Ani menjelaskan bila pasien berasal dari Sumbermulyo logistiknya akan digali atau dihimpun dari warga. Tetapi kalau pasien eksternal, luar desa tidak mengumpulkan dari warga tetapi dari jejaring Kalurahan Sumbermulyo. "Kami tidak membebankan [logistik] daerah asal pasien," tandasnya.