Pabrik Briket Batok Kelapa di Karanganyar Terbakar
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. /Harian Jogja-Heroe Poerwadi
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Jogja dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan signifikan atau naik dua kali lipat bila dibandingkan pekan sebelumnya dengan sumber penularan yang berbeda-beda, mulai dari keluarga, kantor, riwayat bepergian ke luar daerah hingga menerima tamu.
“Sebelumnya, rata-rata kasus terkonfirmasi positif dalam satu pekan adalah sekitar 130 hingga 150 kasus tetapi pekan lalu mencapai 286 kasus,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (15/6/2021).
Menurut dia, potensi kenaikan kasus COVID-19 dalam satu pekan ke depan masih perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan lebih baik, termasuk menyiapkan layanan di rumah sakit baik ketersediaan tempat tidur ICU dan non ICU, ketersediaan selter, hingga pencegahan di lingkungan masyarakat.
Berdasarkan data terakhir, Heroe mengatakan keterisian tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit di Kota Yogyakarta masih cukup aman yaitu sekitar 60 persen untuk ICU dan non ICU.
BACA JUGA: Virus Corona Varian Delta Sudah Menyebar di 74 Negara
Di Kota Yogyakarta total terdapat 29 tempat tidur ICU dan sekitar 280 tempat tidur non ICU untuk pasien COVID-19.
“Mudah-mudahan ketersediaan tempat tidur ini masih mencukupi apabila kasus semakin meningkat,” katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan selter bagi pasien yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, Heroe berharap dapat diupayakan oleh wilayah dengan mengaktifkan kembali selter yang pernah dimiliki.
“Selter di wilayah digunakan untuk mendukung selter utama di Tegalrejo karena kondisinya hampir penuh,” katanya.
Sedangkan untuk pencegahan, Heroe mengatakan akan lebih mengetatkan kembali aturan di PPKM Mikro termasuk menegakkan protokol kesehatan di keluarga.
“Protokol kesehatan di keluarga ini sangat penting. Terkadang, warga lupa tidak menerapkan protokol kesehatan saat bertemu dengan keluarga yang sudah dikenal. Akhir-akhir ini kasus di keluarga juga cukup mendominasi,” katanya.
Selain itu, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta akan mengintensifkan vaksinasi khususnya bagi lansia dan pra lansia yang ditargetkan dapat dituntaskan pada akhir Juni.
“Vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik untuk layanan reguler tetapi kami berupaya menggencarkan vaksinasi massal,” katanya.
Ia berharap, kenaikan kasus COVID-19 tidak menyebabkan pemerintah sampai mengambil kebijakan menarik rem darurat dengan mengetatkan kembali berbagai kegiatan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Pada Selasa ini, terdapat tambahan 52 kasus COVID-19 baru di Yogyakarta, tambahan 26 pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi, dan sembilan pasien meninggal dunia.
Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 di Yogyakarta tercatat 471 kasus, sebanyak 468 pasien isolasi dan tiga dirawat di rumah sakit. Jumlah kasus aktif tersebut merupakan yang tertinggi sejak pertengahan Mei.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
DPRD Semarang klarifikasi isu titip siswa SPMB 2026. Sistem seleksi SMP negeri berbasis kuota dan aturan resmi Disdik.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di PENAS XVII Gorontalo 24 Juni dengan puluhan ribu peserta serta agenda pertanian dan nelayan nasional.