5 Cara Menghemat Air saat Kemarau agar Persediaan Tetap Aman
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Pedagang warung kelontong, Imam (kiri) dan Founder Dagangan Ryan Manafe menunjukkan aplikasi untuk pemesanan kebutuhan rumah tangga, Sabtu (19/6/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah aplikasi online bernama Dagangan memberikan kemudahan kepada para pemilik warung kelontong, pedagang kecil serta produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Beragam kebutuhan rumah tangga bisa distok lebih cepat.
Founder Dagangan Ryan Manafe mengatakan aplikasi buatannya tidak hanya menyasar kota besar, tetapi justru lebih ke daerah yang jauh dari keramaian seperti pedesaan. Melalui aplikasi tersebut bisa saling menghubungkan antara produsen barang skala mikro atau UMKM kepada konsumen. Selain itu bisa menghubungkan produsen UMKM dengan bakul sejenis pedagang kelontong.
"Karena melalui aplikasi ini, barang produk daerah seperti gula merah yang UMKM Kulonprogo bisa dibawa keluar. Selama sebulan kami membawa sekitar 10 ton gula dari Kulonprogo pemesanan lewat aplikasi ini. Kami akan bawa puluhan hingga ratusan produk ini ke luar untuk membantu produk UMKM," ungkapnya saat bertemu dengan pelaku UMKM di Jogja, Sabtu (19/6/2021).
Aplikasi tersebut bisa diunduh di playstrore, di dalamnya ada berbagai menu barang yang bisa dipesan baik dalam partai besar. Barang yang ada stoknya akan langsung tersedia di menu, adapun pembayaran bisa melalui sistem COD. Ryan mengklaim, sistem ini sangat memudahkan warung kelontong untuk menambah stok barang cukup sekali klik melalui smartphone. Sehingga tidak membuang waktu dan tetap bisa menjag warungnya.
"Kami mengcover sekitar 3.000 desa lebih baik di DIY, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Harganya bersaing, barang bisa sampai ke pemesan sebelum 24 jam sejak pemesanan. Barang kami ada di beberapa titik gudang, semuanya produk UMKM," katanya.
Wisnu Hermawan Kabid Layanan Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi UMKM DIY menilai aplikasi Dagangan menjadi solusi bagi pemilik warung untuk menambah stok barang tanpa harus keluar rumah. Karena saat ini situasi sulit, di satu sisi harus mengurangi kerumunan atau interaksi namun di sisi laib pelaku UMKM harus bertahan dengan kondisi ekonominya. Salah satu sektor pariwisata yang belum membaik solusinya harus berintegrasi dengan UKM untuk menjalani bisnis model e commerce. Kehadiran aplikasi online menjadikan masyarakat punya banyak pilihan untuk bertransaksi secara digital.
"Banyak produk lokal DIY yang nanti bisa dijual seperti teh, coklat nglanggeran, produk olahan ikan pantai selatan. Kalau bisa dihadirkan ke kota lebih baik.di dinas ada fasilitasi free ongkir, saya mensupport market place model dagangan dengan menggandeng bakul di desa-desa," ucapnya.
Salah satu pedagang kelontong asal Prambanan Sleman Imam Rofii mengaku telah menggunakan aplikasi tersebut sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya aplikasi sangat membantu dan proses pengiriman barang tergolong cepat. Ia berharap stok barang bisa terus ditambah.
"Dari sisi harga lebih murah dibandingkan yang lain, selain itu stok barang bisa sampai lebih cepat, saya tinggal pesan klik lewat ponsel," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.