Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Pedagang warung kelontong, Imam (kiri) dan Founder Dagangan Ryan Manafe menunjukkan aplikasi untuk pemesanan kebutuhan rumah tangga, Sabtu (19/6/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah aplikasi online bernama Dagangan memberikan kemudahan kepada para pemilik warung kelontong, pedagang kecil serta produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Beragam kebutuhan rumah tangga bisa distok lebih cepat.
Founder Dagangan Ryan Manafe mengatakan aplikasi buatannya tidak hanya menyasar kota besar, tetapi justru lebih ke daerah yang jauh dari keramaian seperti pedesaan. Melalui aplikasi tersebut bisa saling menghubungkan antara produsen barang skala mikro atau UMKM kepada konsumen. Selain itu bisa menghubungkan produsen UMKM dengan bakul sejenis pedagang kelontong.
"Karena melalui aplikasi ini, barang produk daerah seperti gula merah yang UMKM Kulonprogo bisa dibawa keluar. Selama sebulan kami membawa sekitar 10 ton gula dari Kulonprogo pemesanan lewat aplikasi ini. Kami akan bawa puluhan hingga ratusan produk ini ke luar untuk membantu produk UMKM," ungkapnya saat bertemu dengan pelaku UMKM di Jogja, Sabtu (19/6/2021).
Aplikasi tersebut bisa diunduh di playstrore, di dalamnya ada berbagai menu barang yang bisa dipesan baik dalam partai besar. Barang yang ada stoknya akan langsung tersedia di menu, adapun pembayaran bisa melalui sistem COD. Ryan mengklaim, sistem ini sangat memudahkan warung kelontong untuk menambah stok barang cukup sekali klik melalui smartphone. Sehingga tidak membuang waktu dan tetap bisa menjag warungnya.
"Kami mengcover sekitar 3.000 desa lebih baik di DIY, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Harganya bersaing, barang bisa sampai ke pemesan sebelum 24 jam sejak pemesanan. Barang kami ada di beberapa titik gudang, semuanya produk UMKM," katanya.
Wisnu Hermawan Kabid Layanan Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi UMKM DIY menilai aplikasi Dagangan menjadi solusi bagi pemilik warung untuk menambah stok barang tanpa harus keluar rumah. Karena saat ini situasi sulit, di satu sisi harus mengurangi kerumunan atau interaksi namun di sisi laib pelaku UMKM harus bertahan dengan kondisi ekonominya. Salah satu sektor pariwisata yang belum membaik solusinya harus berintegrasi dengan UKM untuk menjalani bisnis model e commerce. Kehadiran aplikasi online menjadikan masyarakat punya banyak pilihan untuk bertransaksi secara digital.
"Banyak produk lokal DIY yang nanti bisa dijual seperti teh, coklat nglanggeran, produk olahan ikan pantai selatan. Kalau bisa dihadirkan ke kota lebih baik.di dinas ada fasilitasi free ongkir, saya mensupport market place model dagangan dengan menggandeng bakul di desa-desa," ucapnya.
Salah satu pedagang kelontong asal Prambanan Sleman Imam Rofii mengaku telah menggunakan aplikasi tersebut sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya aplikasi sangat membantu dan proses pengiriman barang tergolong cepat. Ia berharap stok barang bisa terus ditambah.
"Dari sisi harga lebih murah dibandingkan yang lain, selain itu stok barang bisa sampai lebih cepat, saya tinggal pesan klik lewat ponsel," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.