Gunungkidul Punya 26.000 Kambing Layak Kurban, Siap Dipasok ke Luar Daerah

Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha. - JIBI/Harian Jogja
03 Juli 2021 16:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jelang peradayaan Iduladha, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus menggencarkan pengecekan kesehatan hewan ternak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang disembelih sehat dan aman dikonsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan sudah menerjunkan sembilan petugas untuk pengecekan kesehatan hewan ternak. Jumlah ini akan ditambah pada saat penyembelihan hewan kurban. “Kami siapkan 125 tim untuk pemantauan,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Menurut dia, untuk pengecekan sudah berkoordinasi dengan kapanewon. Adapun lokasi pemeriksaan dilakukan di Kapanewon Playen, Paliyan dan Karangmojo. “Untuk memastikan kondisi hewannya sehat dan terbebas dari penyakit,” katanya.

Baca juga: Talut Tak Kuat Menopang, Truk Bermuatan Semen Terguling ke Sawah di Jalan Wates

Disinggung mengenai potensi penyakit antraks, Bambang mengimbau penyakit ini harus diwaspadai. Terlebih lagi dalam beberapa tahun ini ada temuan kasus penyakit antraks di wilayah Gunungkidul. “Kami imbau kepada masyarakat untuk meneliti terlebih dahulu hewannya pada saat akan membeli,” ungkapnya.

Menurut dia, upaya menghilangkan antraks membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun. Adapun caranya dengan melakukan vaksin terhadap hewan ternak dua kali setiap tahunnya. “Memang tidak mudah karena virusnya bisa bertahan hingga puluhan tahun sehingga upaya pencegahan dilakukan secara berkala,” katanya.

Dikatakan, populasi kambing di wilayahnya mencapai sekitar 223.000 ekor. Sebanyak 12% atau sekitar 26.000 ekor merupakan kambing jantan yang siap menjadi hewan kurban pada pada saat Hari Raya Kurban. “Jumlah ini mencukupi dan banyak kambing-kambing asal Gunungkidul yang dipasarkan ke luar daerah. Kondisi yang sama juga terjadi pada hewan kurban jenis sapi,” katanya.

Baca juga: Jelang PPKM Darurat, Begini Suasana Pasar di Jogja

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widyastuti. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan hewan sangat penting untuk memastikan aman dan layak konsumsi. “Secara teknis, pemeriksaan hewan ini sama seperti penyelenggaraan di tahun- tahun sebelumnya. Tapi sekarang ada penekanan untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Retno mengungkapkan, untuk data sementara pemeriksaan, kondisi hewan dalam keadaan sehat. Guna menjaga kesehatan ini, upaya pemeriksaan berkala akan terus dilakukan hingga jelang kurban. “Akan terus dipantau dengan menerjunkan personel yang disiapkan,” katanya.