Minim Saran Perawatan, Gunungkidul Catatkan Rekor Kematian Teringgi

Ilustrasi - Antara/Raisan Al Farisi
07 Juli 2021 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat 15 warga meninggal dunia akibat terinfeksi Corona, Rabu (7/7/2021). Jumlah ini merupakan rekor kematian tertinggi dalam sehari sejak munculnya kasus Corona pertama kali tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan rekor sebelumnya dalam sehari ada 13 pasien Covid yang meninggal dunia. “15 kasus kematian ini merupakan yang terbanyak dalam sehari,” kata Dewi, Rabu.

BACA JUGA: Actemra dan Kevzara Resmi Disetujui Jadi Obat Covid-19 oleh WHO, Ini Faktanya

Total warga yang meninggal dunia karena Corona berjumlah 338. Rinciannya, 78 kasus terjadi di minggu pertama Juli. Sisanya, sebanyak 115 kasus terjadi di Juni lalu dan 145 kasus lainya merupakan akumulasi kematian sejak munculnya wabah Corona di Gunungkidul hingga akhir Mei 2021.

Dewi mengakui tingginya angka kematian aibat Covid-19, tidak hanya disebabkan oleh melonjaknya kasus secara keseluruhan. Namun, juga disebabkan karena minimnya sarana untuk perawatan.

Ia mencontohkan, fasilitas perawatan kritikal di Gunungkidul hanya ada empat tempat tidur. Hal yang sama juga terjadi pada ruang perawatan ICU sehingga berpengaruh terhadap angka fatalitas. “Kami berupaya untuk menambah fasilitas perawatan, tapi juga butuh proses,” ungkapnya.

Selain adanya 15 kasus kematian, warga positif Covid di Gunungkidul bertambah 300 orang sehingga total berjumlah 8.573 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan sembuh sebanyak 5.098 orang, sedangkan sisanya sebanyak 3.137 orang masih menjalani perawatan.

BACA JUGA: Pintu Masuk Jogja Disekat, Wajib Bawa Kartu Vaksinasi & Hasil Swab

“Kami berharap kepada warga untuk tetap patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. pasalnya, jika abai potensi tertular semakin tertinggi dan kalau lonjakan tidak bisa dikendalikan maka bisa berdampak terhadap pelayanan medis yang sekarang sudah mulai keteteran,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menekan laju penularan virus Corona. Meski demikian, ia menilai upaya tersebut sangat butuh partisipasi dari masyarakat. Salah satunya disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. “Masyarakat harus kut berpartisipasi agar laju penularan bisa ditekan,” katanya.