Bocoran iPhone 18e Bikin Kecewa, Apple Masih Pakai Layar 60Hz
Bocoran terbaru menyebut iPhone 18e masih memakai layar 60Hz tanpa ProMotion dan Always-On Display. Apple disebut tetap menahan fitur premium untuk seri Pro.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 500 orang dipastikan telah mengunduh aplikasi Bantulpedia. Aplikasi yang dilaunching saat Resepsi Hari Jadi ke-190 Kabupaten Bantul, Senin (26/7) lalu tersebut bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan yang disediakan pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul Fenty Yusdayati mengatakan butuh waktu sekitar tiga bulan untuk membuat aplikasi terpadu ini. Aplikasi ini tidak hanya memiliki fitur layanan kependudukan, kesehatan, agenda pemerintahan, hukum, penanaman modal namun juga menawarkan berbagai kemudahan lainnya, seperti aduan masyarakat hingga galeri foto.
“Karena aplikasi ini baru dilaunching, maka beberapa fitur memang masih belum optimal. Tetapi kami terus berupaya secara aktif melakukan pembaruan,” kata Fenty, Jumat (30/7/2021).
Menurut Fenty, dengan adanya aplikasi yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Playstore dan Appstore, diharapkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat diakses hanya dengan mudah.
“Tidak perlu ribet, karena semua ada dalam satu aplikasi dan dapat dilakukan di mana dan kapan saja,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bocoran terbaru menyebut iPhone 18e masih memakai layar 60Hz tanpa ProMotion dan Always-On Display. Apple disebut tetap menahan fitur premium untuk seri Pro.
Polres Bantul mengungkap penipuan bermodus modal usaha Rp80 juta. Korban kehilangan dua mobil dan BPKB dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
Polisi memeriksa kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di Tebet, Jakarta Selatan.
BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada awal Oktober untuk menjaga pasokan air waduk dan mengantisipasi kekeringan di Pulau Jawa.
Taman Pintar Jogja memprioritaskan layanan shuttle dari kantong parkir selama libur sekolah untuk memudahkan akses pengunjung.
Bantuan RTLH Kulonprogo senilai Rp20 juta ditolak sejumlah warga karena tidak mampu menambah biaya renovasi rumah.