Tren Kasus Positif di Sleman Masih Naik, Kasus Sembuh Juga Bertambah

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
08 Agustus 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dalam sepekan terakhir, kasus aktif positif Covid-19 di Sleman terus merangkak naik. Sementara penerapan PPKM Level 4 di Sleman semakin meningkatkan laju mobilitas warga.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per 8 Agustus terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Sleman sebanyak 350 kasus. Sementara, kasus sembuh meningkat tajam sebanyak 611 kasus. Untuk kasus pasien yang meninggal dunia sebanyak 25 kasus.

"Secara umum, penularan kasus di Sleman masih tinggi meskipun tidak sedikit pasien yang dinyatakan sembuh. Untuk kasus aktif di Sleman tercatat masih 6000an," katanya, Minggu (8/8/2021).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman mulai 1-7 Agustus, tercatat total kasus positif sebanyak 2.413 kasus. Adapun pasien sembuh pada periode yang sama sebanyak 2.317 kasus. Sementara yang meninggal dunia total 164 kasus.

BACA JUGA: Menteri Sandiaga Uno Serahkan beasiswa untuk 100 Anak-Anak Pedagang Kecil Terdmapak PPKM

Kasus aktif pada awal Agustus tercatat hanya 6.443 kasus. Kasus aktif sempat turun menjadi 5.095 kasus namun sehari setelahnya naik kembali menjadi 6.275 kasus. Dan secara konsisten menunjukkan tren kenaikan hingga 6.831 kasus per 7 Agustus.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan rencana pengukuran mobilitas warga pada akhir pekan ini urung dilakukan. Arip tidak memberikan alasan pasti, terkait pembatalan rencana tersebut. "Maaf belum ada hasil evaluasi," kata Arip.

Berdasarkan pengamatan Harian Jogja, pada Sabtu (7/8/2021) dan Minggu (8/8/2021) mobilitas warga setelah ada pelonggaran PPKM Level 4, semakin siang semakin meningkat. Antrian di beberapa persimpangan jalan utama mulai memanjang. Seperti di persimpangan UPN, Gejayan hingga Monjali.

Arip mengatakan sebelum perpanjangan PPKM Level 4 mobilitas masyarakat di Sleman sudah dapat ditekan hingga 30-31%. Namun setelah adanya pelonggaran hingga 9 Agustus nanti, pihaknya belum mengukur kembali angka mobilitas warga.

Meski begitu, katanya, langkah penyekatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi di Sleman terus dilakukan. Saat ini jumlah titik yang dilakukan penyekatan di Sleman masih sama seperti sebelumnya.

Selain di wilayah perbatasan baik di Prambanan maupun Tempel, penyekatan jalan tetap dilakukan di sejumlah persimpangan. Mulai persimpangan Jalan Kaliurang, Gejayan, Seturan dan Janti hingga UIN Sunan Kalijaga.