Kapolres Kulonprogo yang Baru Singgung Pembentukan Polsek YIA

Jajaran Polres Kulonprogo saat menyambut kehadiran Kapolres Kulonprogo yang baru yakni AKBP Muharomah Fajarini pada Jumat (13/8/2021). - Ist/Humas Polres Kulonprogo
14 Agustus 2021 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Jabatan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kulonprogo mengalami pergantian. AKBP Tartono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kulonprogo saat ini memegang jabatan baru sebagai Kabagfaskon Rolog Polda Metro Jaya.

Ia digantikan oleh AKBP Muharomah Fajarini yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda DIY.

Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan agenda yang bakal direalisasikannya sebagai Kapolres Kulonprogo yang baru terdiri dari upaya vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di kabupaten Kulonprogo dan pembentukan Polsek Bandara YIA.

"Percepatan program vaksinasi melalui pengecekan ketersediaan dosis vaksin akan kami laksanakan. Kami optimis, sinergitas antara Polri dengan Forkompinda Kabupaten Kulonprogo dapat mempercepat capaian kekebalan kelompok terhadap ancaman Covid-19," kata Fajarini pada Jumat (13/8/2021).

Selain vaksinasi, AKBP Fajarini juga menyinggung soal aspek pengamanan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Keberadaan Polsek YIA diharapkan mampu menciptakan keamanan ketertiban dan masyarakat (Kamtibmas).

"Ini [pembangunan Polsek] mungkin tidak simpel dan membutuhkan beberapa tahapan. Sampai saat ini masih koordinasi. Kulonprogo ini kan memiliki objek vital yakni bandara YIA. Objek ini harus terjaga sehingga kami akan melanjutkan rencana pembentukan Polsek Bandara demi memaksimalkan pengamanannya," ujar Fajarini.

Sebagai Kapolres wanita pertama di kabupaten Kulonprogo, ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Bumi Binangun untuk bersama-sama bekerja memajukan kabupaten Kulonprogo. Terlebih, saat ini masih diselimuti oleh suasana pandemi Covid-19.

"Sebagai warga baru di jajaran Polres Kulonprogo, saya mengucapkan kula nuwun. Saya mohon semua bisa berperan bersama dalam membangun Polri, meningkatkan layanan ke masyarakat. Mohon diterima dalam upaya pengabdian saya ke masyarakat pada peran berbeda, yakni sebagai leader di sini," kata Fajarini.

Kapolres Kulonprogo sebelumnya yakni AKBP Tartono menurut AKBP Fajarini telah memberikan sumbangsih yang penting kepada masyarakat di kabupaten Kulonprogo. Selain itu, sejumlah prestasi dan inovasi juga terukir selama kepemimpinan AKBP Tartono menjadi Kapolres Kulonprogo.

"Sehingga capaian-capaian yang sudah ditorehkan selama kepemimpinan AKBP Tartono harus dilanjutkan. Saya tahu itu tidak mudah dan menjadi tantangan buat saya. Oleh karena itu, mohon dukungannya," kata Fajarini.

Sementara itu, AKBP Tartono mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang ditinggalkannya di Polres Kulonprogo. Ia mengharapkan agar AKBP Fajarini bisa menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah tersebut. "Saya optimistis, di bawah kepemimpinan beliau [Kapolres Kulonprogo yang baru], Polres Kulonprogo akan semakin maju dan berkembang serta mampu menghadapi tantangan yang semakin beragam. Beliau adalah srikandi bhayangkara yang dapat dijadikan contoh keteladanan," ujar Tartono.

Sosok AKBP Fajarini yang merupakan seorang perempuan dinilainya menjadi nilai lebih saat menjabat sebagai Kapolres Kulonprogo. Tartono menilai, pemimpin perempuan saat ini sangat dibutuhkan, terlebih di Kulonprogo cukup banyak warga perempuan.

"Saya yakin sosok AKBP Fajarini bisa melanjutkan program-program Polres Kulonprogo, didukung kolaborasi antar anggotanya. Saya juga mengharapkan agar personel Polres Kulonprogo mendukung program yang dimiliki oleh AKBP Fajarini," kata Tartono.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan selain Fajarini, terdapat sejumlah pejabat Polda DIY yang ikut dimutasi ke sejumlah jabatan baru. Menurut Yuliyanto, hal tersebut merupakan agenda yang biasa dilakukan oleh Polda DIY.

"Mutasi jabatan di lingkungan kesatuan atau organisasi Polri merupakan hal yang wajar untuk penyegaran proses manajerial organisasi. Demikian juga dengan perpindahan atau mutasi jabatan yang terjadi di Polda DIY," ujar Yuliyanto.