Bersama-Sama Membentuk Kekebalan Komunal dengan Vaksinasi

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (baju putih masker hitam) saat meninjau acara vaksinasi massal di XT-Square, Sabtu (14/8/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
18 Agustus 2021 09:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Sudah dua tahun ini Indonesia berulang tahun di tengah pandemi Covid-19. Segala daya upaya untuk menurunkan kasus dan memutus rantai virus Covid-19 dilakukan, termasuk dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.

Vaksinasi menjadi fokus utama sembari tetap menjalankan protokol kesehatan dan memberi penanganan bagi yang telah terpapar Covid-19. Pemkot Jogja terus berkomitmen menciptakan kekebalan komunal bagi warganya.

Percepatan vaksinasi dilakukan dengan berbagai cara. Selain vaksinasi reguler di 18 puskesmas, 13 rumah sakit, dan dua klinik, Pemkot Jogja juga membuat sentra vaksin yang memiliki kapasitas vaksinasi cukup besar. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, sentra vaksinasi ini tersebar di XT Square (mengakomodasi wilayah Selatan bagian Timur), Ngampilan (wilayah Barat), dan PDAM Tirtamarta (Utara). Sentra di XT Square dan PDAM sudah beroperasi dengan kapasitas 1.000-1.200 suntikan dosis per harinya. Sementara di Ngampilan akan beroperasi dalam waktu dekat.

Adapula vaksinasi massal di titik lain. “Vaksinasi massal di beberapa titik seperti di sekolah-sekolah. Adapula vaksinasi massal yang dilakukan oleh masyarakat baik melalui Rukun Warga atau organisasi masyarakat,” kata Heroe, Kamis (14/8/2021).

Dengan memaksimalkan vaksinasi dari berbagai cara ini, dari yang sebelumnya menyuntikkan 2.000 dosis per hari, kini targetnya 6.500 dosis perhari. Terlebih sudah ada tambahan tenaga kesehatan dari Tentara Nasional Indonesia sebanyak 61 orang. Sehingga saat ini ada 323 tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi.

“Kami terus berkejaran waktu agar pasca PPKM nanti, masyarakat sudah semakin banyak yang divaksinasi. Ada perubahan perilaku dan adaptasi dengan situasi pandemi agar kehidupan sosial dan ekonomi bisa mulai bergerak,” kata Heroe.

Sampai tanggal 13 Agustus 2021, capaian vaksin di Kota Jogja telah mencapai 374.377 orang di dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua sebanyak 152.448 orang. Jumlah ini sudah melampaui sasaran dari pemerintah pusat sebanyak 296.420 orang. Capaian vaksinasi ini masuk dalam empat besar daerah dengan vaksinasi tercepat di seluruh Indonesia.

Namun dari jumlah 374.377 di dosis pertama, 60 persennya merupakan warga ber-KTP luar Kota Jogja. Sementara untuk warga Kota Jogja baru 40 persen yang telah tervaksin.

Apabila sebelumnya stok vaksin tidak terkendala, pada 17 Agustus Pemkot Jogja sudah bisa menyuntikkan vaksin setidaknya kepada 70 persen warga Jogja yang berjumlah sekitar 352.599 orang. Dengan kapasitas vaksinasi sekitar 6.500 dosis per hari yang bisa Pemkot Jogja capai saat ini, maka proyeksinya kekebalan komunal atau 100 persen warga tervaksin akan terbentuk pada bulan Oktober 2021. Hal ini dengan indikasi tidak ada kendala stok vaksin.

Jangkau Warga Terkendala dengan Mobile Vaksin

Dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan, tidak jarang warga terkendala dengan mobilitas menuju tempat penyelenggaraan. Merespon hal ini, Pemkot Jogja membuat mobile vaksin sebagai sistem jemput bola. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, ada satu mobil hasil modifikasi ambulance yang akan menjangkau beberapa wilayah di Kota Jogja.

Mobile vaksin utamanya menyasar warga yang kesulitan secara mobilitas seperti difabel, orang tua, dan sebagainya. Sejauh ini ada sekitar 4.000 difabel yang terdata. "Mobile vaksin ini akan melengkapi satu mobile vaksin milik Kepolisian Resor Kota Jogja. Harapannya kodim juga punya," kata Haryadi.

"Dengan tidak lupa tetap terapkan tata kelola administrasinya, data, dan sebagainya dengan baik."

Untuk rute dan sasaran mobile vaksin hampir mirip dengan layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling. Rute ataupun sasaran sesuai dengan kebutuhan yang berkembang. Vaksinasi bisa jangkau setiap ada laporan warga yang membutuhkan, zona merah, atau tempat yang banyak orang tinggalnya.

"Bisa di satu tempat yang ramai. Begitu ada keramaian kami datang ke sana, yang belum vaksin kami kasih halo halo," kata Haryadi. "Jenis vaksinnya yang ada aja. Harapannya masyarakat tidak pilih-pilih vaksin."

Meski sudah ada mobile vaksin, Haryadi mengimbau masyarakat untuk tetap aktif berpartisipasi ke layanan yang sudah ada, salah satunya sentra vaksin. Mobile vaksin hanya untuk back up bagi warga yang kesulitan mobilitasnya. "Semoga ke depan kami juga punya mobil untuk swab antigen," katanya.