Musyawarah Pengadaan Lahan Tol Jogja-Bawen di Margomulyo Digelar 25 Agustus

Ilustrasi jalan tol. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
22 Agustus 2021 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kelanjutan musyawarah warga untuk pengadaan lahan jalan tol Jogja-Bawen akan digelar di Kalurahan Margomulyo, Kapamewon Seyegan akhir bulan ini. Kegiatan ini merupakan kelanjutan proses uang ganti kerugian (UKG) yang sudah digelar Tirtoadi, Mlati.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan proses pengadaan lahan untuk jalan tol Jogja-Bawen akan dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah warga di Margomulyo. Kegiatan musyawarah warga di Margomulyo akan digelar selama dua hari.

"Tanggal 25-26 Agustus. Itu yang kami agendakan. Di Margomulyo terdapat 120 bidang yang akan dibebaskan," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (21/8/2021).

Baca juga: Diparkir di Pinggir Jalan, Pikap Milik Warga Kasihan Dicuri

Elya mengatakan, kegiatan musyawarah warga di Margomulyo merupakan lanjutan dari proses pengadaan lahan di wilayah Tirtoadi. Di Kalurahan Tirtoadi, BPN DIY sudah melakukan proses pembayaran UKG untuk ketiga kalinya bagi warga terdampak.

Selama proses pembayaran UKG di Tirtoadi, kata Elya, terdapat 10 bidang yang belum dibayar. Rata-rata karena yang penerima hak UKG meninggal dunia. Tahap pertama dari 38 bidang yang retur 2 bidang dan tahap kedua dari 99 bidang yang retur 3 bidang. Sementara pembayaran UKG tahap ketiga lima penerima UKG juga diretur ke LMAN.

"Ya rata-rata yang diretur karena meninggal dunia. Ada satu TNI yang juga menerima belum bisa kembali ke Sleman karena sedang bertugas di perbatasan Papua," katanya.

Baca juga: Begini Suasana Latihan Pembebasan Sandera Pasukan Elite TNI AL

Panitia pengadaan jalan tol, katanya masih tetap menunggu proses kelengkapan administrasi bagi ahli waris yang meninggal dunia dan warga terdampak yang masih belum bisa kembali ke Sleman. "Karena pembayaran UKG tidak bisa diwakilkan. Kalau diwakilkan harus ada surat kuasa," katanya.

Disinggung soal pengadaan jalan tol Jogja-Solo, Elya mengatakan jika proses kelanjutan musyawarah warga bagi warga Temanggal 1 Purwomartani, Kalasan, masih menunggu ketersediaan dana di LMAN. Untuk sementara, BPN masih memproses validasi data warga terdampak di Kadirojo 1 dan Cupuwatu 2.

"Setelah proses validasi data selesai untuk dua padukuhan ini, kami lanjutkan nanti untuk proses pembayaran UKG nya. Kapan (pembayaran), tergantung dari LMAN," kata Elya.

Dia bersyukur, kegiatan musyawarah warga yang digelar baik untuk warga Kadirojo 1 (59 bidang estimasi dana UKG Rp38 miliar) dan Cupuwatu 2 (109 bidang estimasi UKG Rp139 miliar) berjalan lancar. "Tidak ada penolakan dari warga terdampak. Tinggal kami selesaikan validasi datanya saja," kata Elya.

Terpisah, Dukuh Cupuwatu 2 Kuncoro mengatakan selama dua kali musyawarah warga seluruh proses kegiatan berjalan lancar. Dari 109 bidang tersebut, warga yang lahannya terdampak ada sekitar 80an orang. "Semua menyatakan setuju, tidak ada yang menolak," katanya.

Dia berharap setelah kegiatan musyawarah warga digelar, warga terdampak tidak usah termakan info-info yang tidak benar. Dia meminta agar warga terdampak mengikuti proses dan tahapan yang sudah ditetapkan oleh panitia pengadaan. "Tidak perlu khawatir juga dengan dana UKG nya. Pasti akan dibayar kalau waktunya tiba," katanya.