Jogja Bersiap Uji Coba Sistem Satu Pintu untuk Bus Wisata

Suasana di Terminal Giwangan, Kamis (6/5/2021)-Harian Jogja - Sirojul Khafid
01 September 2021 02:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja mematangkan rencana penerapan sistem satu pintu dengan melakukan simulasi atau uji coba sebagai antisipasi potensi meningkatnya jumlah wisatawan yang datang saat akhir pekan.

“Dari pengalaman akhir pekan kemarin maka kami harus melakukan antisipasi. Dimungkinkan, sistem akan diuji coba penerapannya pekan ini,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (31/8/2021).

Melalui kebijakan “one gate system”, maka wisatawan yang datang ke Jogja menggunakan bus pariwisata akan diarahkan untuk masuk ke Terminal Giwangan terlebih dulu guna melakukan pengecekan dokumen perjalanan.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan wisatawan sudah divaksin dan sudah menjalani tes COVID-19 baik melalui rapid test antigen atau swab test dengan hasil negatif.

BACA JUGA: Update Covid-19 di DIY 31 Agustus, Terbanyak dari Bantul

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, maka bus pariwisata diperkenankan masuk ke Yogyakarta bahkan diarahkan menuju lokasi parkir yang sudah ditetapkan. Jika tidak memenuhi syarat, maka otomatis wisatawan tidak diperbolehkan masuk Kota Yogykarta.

“Kebijakan ini bisa diproyeksikan sebagai kebijakan jangka panjang dengan tujuan membangun sistem transportasi di Kota Yogyakarta. Harapannya, ada manajemen lalu lintas yang lebih baik,” katanya.

Pada akhir pekan lalu, Heroe mengatakan, terjadi peningkatan volume arus lalu lintas di Kota Yogyakarta meskipun sebagian besar adalah kendaraan pribadi dengan pelat nomor DIY meskipun sudah ada beberapa bus dari luar daerah yang membawa rombongan wisatawan.

“Sebagian besar adalah kendaraan pribadi dengan pelat nomor AB atau dari DIY. Sejumlah ruas jalan cukup ramai dengan kendaraan tetapi warga DIY,” katanya.

Sedangkan rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus pariwisata, tetap dihalau dari berbagai lokasi parkir di seputar kawasan Malioboro karena tempat khusus parkir masih tutup.

“Mereka kemudian parkir di lokasi-lokasi yang tidak diizinkan,” katanya.

Heroe mengatakan warga dari luar daerah yang akan masuk ke Kota Yogyakarta tetap diminta membawa sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama serta hasil tes bebas COVID-19 baik dari rapid test antigen atau swab test.

“Pengecekan di pintu-pintu masuk tetap dilakukan secara acak apabila ada kendaraan dari luar daerah akan dihentikan untuk di cek kelengkapan dokumen perjalanannya,” katanya.

Heroe berharap, pengecekan serupa juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten lain sehingga penyaringan bagi wisawatan dari luar daerah bisa dilakukan bertahap.

Saat ini, Kota Yogyakarta masih menjalankan PPKM level empat meskipun kasus harian sudah menunjukkan kecenderungan penurunan. “Harapannya, bisa turun ke level tiga. Tetapi, penurunan level bukan berarti protokol kesehatan diabaikan,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan tetap penting dilakukan karena saat ini berbagai negara lain justru mulai menghadapi gelombang ketiga peningkatan kasus COVID-19.

Sumber : Antara