Menyingkap Bahaya Sistemis dan Psikologis Judol lewat Buku
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali meraih predikat Fakultas dengan kinerja terbaik (Top Three) di UMY./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Mengakhiri periode kerja 2020-2021, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali meraih predikat Fakultas dengan kinerja terbaik (Top Three) di UMY.
Dalam Rapat Kerja Tahunan (RKT) UMY periode 2020-2021, Kamis (16/9/2021), Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyampaikan hasil kinerja setiap unit kerja di UMY bedasarkan penilaian yang dilakukan oleh Badan Penjamin Mutu (BPM). Nurmandi menjelaskan bahwa kinerja unit kerja dinilai dari berbagai aspek, diantaranya ketuntasan kegiatan, ketercapaian target-target kegiatan dan keterserapan anggaran selama satu periode kerja. Penilaian kinerja unit-unit kerja di UMY telah menjadi tradisi dan merupakan strategi peningkatan kualitas kinerja unit kerja menuju UMY sebagai world university pada tahun 2040.
UMY menetapkan tiga Fakultas terbaik yang salah satunya adalah FEB UMY. Lebih menggembirakan karena predikat terbaik juga diberikan kepada salah satu program studi di FEB UMY yaitu International Program for Islamic Economics and Finance (IPIEF) yang merupakan progam internasional dari program studi Ekonomi.
Penghargaan bagi Fakultas terbaik diberikan langsung oleh Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto, MP, IPM dan diterima oleh Dekan FEB UMY, Prof. Dr. Rizal Yaya, S.E., M.Sc., Ak, CA, CRP. Selain predikat sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS) terbaik III, FEB UMY juga menerima hadiah berupa uang pengembangan sebesar 10 juta rupiah. Sementara penghargaan untuk program internasional terbaik diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Sukamta, M.T., IPM kepada pengelola IPIEF, Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma,SE., M.Ec. Sama hal nya dengan Fakultas, IPIEF juga berhak mendapatkan dana pengembangan sebesar 10 juta.
Dalam keterangannya, Rizal Yaya mengatakan bahwa sebagai dekan dirinya tidak memikirkan award atau penghargaan karena selama pandemi fokus perhatian diutamakan untuk menjaga kesehatan dan keamanan civitas akademika terhindar dari Covid-19.
“Beberapa mahasiswa, dosen dan tendik terpapar Covid-19 sehingga saya lebih mengutamakan kesehatan dengan tidak membebani civitas akademika dengan pencapaian target-target kinerja yang memang cukup berat. Surprisingly FEB msh dapat award. Alhamdulillah,” kata Rizal Yaya.
Penghargaan sebagai Fakultas terbaik juga didukung dengan pencapain sebelumnya yaitu dengan diraihnya sertifikasi dari ASEAN University Network - Quality Assurance (AUN-QA) untuk prodi Manajemen. Ditemui di sesi istirahat RKT UMY, Ketua Task Force AUN-QA prodi Manajemen, Dr. Meika Kurnia Puji Rahayu DA, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan prodi Manajemen meraih sertifikasi dari AUN-QA semakin mendorong prodi Manajemen mewujudkan visi nya menjadi prodi Manajemen bereputasi di lingkup Asia Tenggara sekaligus mendukung visi FEB UMY, menjadi Fakultas unggul di tingkat internasional. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh, harga mulai Rp7,499 juta dan prapesan 16–24 September 2026.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.