Baru Dua Objek Wisata di Kulonprogo Kantongi Sertifikat CHSE

Tuk Mudal di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Objek wisata ini menawarkan atraksi air sebagai daya tarik utama. - IG @matkli_dimas/as
23 September 2021 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Destinasi wisata di Kulonprogo yang sudah mengantongi sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif baru berjumlah dua objek wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan dua objek wisata di Kulonprogo yang sudah mengantongi CHSE dari Kemenparekraf yakni Pule Payung dan ekowisata Sungai Mudal. Kedua objek wisata sudah dilakukan verifikasi dari kementerian terkait dengan aspek CHSE.

"Objek wisata yang sudah mengantongi sertifikat CHSE dari kementerian yakni Pule Payung dan Sungai Mudal. Bahkan, objek wisata Sungai Mudal sudah diverifikasi oleh Kemenparekraf dan hasilnya 90," kata Joko Mursito pada Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Solusi Anies untuk Masyarakat yang Sudah Vaksin tapi Sertifikat Belum Muncul

Menurut Joko, uji coba pembukaan objek wisata di wilayah bumi binangun juga sifatnya masih top to down. Artinya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memilih mana saja objek wisata di Kulonprogo yang layak untuk melaksanakan uji coba.

"Kami selalu komunikasi dengan Dinpar DIY maupun kabupaten atau kota. Salah satu item syarat dibukanya objek wisata adalah aplikasi PeduliLindungi. Namun, kami masih terkendala soal akses jaringan atau sinyal di sejumlah objek wisata," terang Joko.

Usulan dibukanya objek wisata di wilayah kabupaten Kulonprogo ingin dilakukan oleh Joko dan jawatannya secara menyeluruh. Dikarenakan, jika objek wisata tertentu dibuka dikhawatirkan terjadi penumpukan wisatawan.

Baca juga: BIN Ungkap Perkiraan Waktu Transisi Pandemi Menuju Endemi

"Kalau kita sebar pasti kan tidak menumpuk di satu atau dua objek wisata. Meskipun, kami taat dengan aturan yang ada. Uji coba harus dilakukan dengan syarat syarat tertentu. Kami berharap destinasi wisata bisa dibuka semuanya karena semua objek wisata terdampak dan semua ingin bangkit," ujar Joko.

Sebagai informasi, delapan destinasi wisata di Kulonprogo yang dikelola oleh Pemkab Kabupaten Kulonprogo di antaranya Gua Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglinggo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat dan Pantai Glagah.

"Delapan objek wisata tersebut merupakan bagian dari 40 objek wisata yang masih aktif menjalankan usahanya. Semua pengelola wisata terdampak dan ingin bergerak untuk bangkit dari keterpurukan," kata Joko.

Pemkab Kulonprogo sebelumnya telah mengajukan alat quick response (QR) code atau barcode dua dimensi yang diperuntukkan kepada 32 objek wisata yang dikelola pemerintah maupun masyarakat ke Kementerian Kesehatan. Pengajuan alat QR code menyusul diberlakukannya aplikasi peduli lindungi sebagai syarat bagi wisatawan sebelum masuk ke objek wisata.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan jawatannya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kulonprogo terkait dengan upaya persiapan sarana maupun prasarana pengaplikasian peduli lindungi di sejumlah objek wisata di bumi binangun.

"Berdasarkan hasil laporan, Dinas Pariwisata Kulonprogo sudah mengajukan permohonan QR Code PeduliLindungi dari Kemenkes. Sejak DIY masuk PPKM level tiga, kami sudah meminta Dinas Pariwisata Kulonprogo menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan supaya objek wisata dapat diujicobakan," kata Fajar beberapa waktu lalu.

Dikatakan Fajar, selain mempersiapkan aplikasi peduli lindungi, Dinas Pariwisata Kulonprogo juga telah mempersiapkan aspek Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE di sejumlah objek wisata yang merupakan syarat uji coba pembukaan objek wisata, selain QR Code peduli lindungi.

"Setiap pengelola objek wisata juga telah kami minta untuk menyiapkan satuan tugas penanganan Covid-19 di masing-masing objek wisata. Satgas Covid-19 di masing-masing objek wisata diharapkan mampu menjaga protokol Covid-19 maupun pelaksanaan aplikasi peduli lindungi," kata Fajar.