Selter Covid-19 UGM Kosong, Relawan Satgas Dialihkan ke Pelaksanaan PTM

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi COVID-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). / ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
08 Oktober 2021 13:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, sejumlah selter Covid-19 UGM kini tak berpenghuni. Sejumlah selter itu meliputi selter yang berada di Baciro, Rumah Sakit khusus Covid-19 di UC UGM, Wisma Kagama yang dikelola RSA UGM serta PIAT UGM yang dikelola RSUP Dr Sardjito dan Pemkab Sleman.

“Kondisi bisa terkendali dan kita bisa lihat tidak ada yang sakit covid di sekitar kampus UGM. Selter Asrama Baciro kosong, Rumah Sakit khusus Covid di UC UGM sudah ditutup, selter yang di PIAT UGM dan lain-lain juga terpantau kosong," ujar Ketua Satgas Covid-19 UGM, Rustamaji, Jumat (8/10/2021).

Penurunan kasus dan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) patut disyukuri karena beberapa relawan Satgas Covid-19 UGM bisa kembali ke barak dan kini bersiap turut menyiapkan rencana pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terkendali di UGM.

Nantinya, Satgas Covid-19 UGM bersiap menyambut kedatangan para mahasiswa dengan turut menyiapkan pembelajaran luring. Meskipun soal tawaran PTM Terkendali ini dikembalikan ke masing-masing orang tua dan mahasiswa yang kemudian akan menentukan pilihan mau pembelajaran secara luring atau daring.

Baca juga: UGM Gelar PTM Terkendali Mulai 18 Oktober

Rustamadji tidak menampik kemungkinan kehidupan kampus akan sedikit lebih ramai dengan dimulainya perkuliahan tatap muka nantinya. Karena itu, ia berharap semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Apalagi untuk makan kan harus buka masker dan seterusnya. Juga untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya ekstra kurikuler, saya khawatirkan banyak kecenderungan nanti anak-anak muda tidak ketat prokes. Karenanya mohon sekali untuk tetap menjalankan prokes,” katanya.

Ia menuturkan kondisi saat ini sesungguhnya belum aman sehingga di saat PTM Terkendali nanti Satgas Covid-19 UGM akan melakukan reevaluasi. Dengan jumlah yang sangat terbatas tidak akan mungkin Satgas Covid-19 UGM melakukan pendampingan di setiap kelas tatap muka.

“PTM Terkendali ini kan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab Satgas Covid-19 UGM, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya untuk pengawasan jalannya PTM Terkendali dilakukan oleh masing-masing fakultas. Kami paling hanya akan melakukan uji petik dengan cara keliling untuk memantau jalannya PTM Terkendali,” ungkapnya.