Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya...

Ilustrasi macapat. - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Oktober 2021 11:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun 2021 di Kraton Jogja kembali digelar sederhana tanpa arak-arakan gunungan dan prajurit. Perayaan akan dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe rengginang, Selasa (19/10/2021) atau 12 Mulud Alip 1955 di Bangsal Srimanganti, Kraton Jogja.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono, menuturkan bahwa pelaksanaan Hajad Dalem peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW kali ini masih mengedepankan protokol kesehatan. “Hal ini dilakukan untuk menaati anjuran pemerintah sekaligus meminimalisir penyebaran Covid-19 di DIY. Oleh karenanya, pelaksanaan prosesi Garebeg disederhanakan dengan pembagian ubarampe saja. Hal ini sudah dilakukan sejak pelaksanaan Garebeg Sawal tahun 2020 lalu atau masa-masa awal pandemi Covid-19," kata GKR Condrokirono, Selasa (19/10/2021). 

Sementara itu, Miyos Gangsa atau keluarnya Gamelan Sekati dari Kraton ke pagongan dan Kondur Gangsa atau kembalinya Gamelan Sekati dari pagongan ke Kraton juga tidak dilakukan seperti tahun lalu. 

Kendati demikian, Kraton Jogja tetap melakukan edukasi budaya dengan meluncurkan 11 video tutorial Macapat, tepat pada Selasa (12/10/2021), tanggal yang seharusnya digelar prosesi Miyos Gangsa. Kesebelas tembang ini narasinya diambil dari teks Sapa Aruh yang disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X selama periode Februari hingga Juli 2021.

Adapun 11 tembang tersebut sebagai berikut:

1. Mijil Sekarsih Slendro Manyura

2. Kinanthi Sekar Gadhung Pelog Bem

3. Sinom Grandhel Pelog Barang

4. Asmaradana Kedhaton Slendro Manyura

5. Gambuh Panglipur Slendro Manyura

6. Dhandhanggula Kanyut Pelog Bem

7. Durma Dhendharangsang Slendro Manyura

8. Pangkur Ngrenas Pelog Bem

9. Megatruh Wuluh Gadhing Slendro Manyura

10. Pocung Madusita Pelog Barang

11. Mas Kumambang Limrah Pelog Bem