Balita 2 Tahun Tewas Tenggelam di Tambak Udang Kulonprogo

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
22 Oktober 2021 16:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Seorang bocah mengembuskan napas terakhirnya seusai tenggelam di tambak udang tak jauh dari ladang cabai milik orang tuanya yang berada di wDusun Siliran, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kulonprogo, pada Jumat (22/10/2021) pagi. Kematian bocah tersebut diduga karena kelalaian orang tua.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan identitas korban balita yang meninggal dunia karena tenggelam di sebuah tambak tersebut bernama Azka Rafaro Rafandra yang baru berumur 2 tahun sembilan bulan warga Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kulonprogo.

"Korban merupakan anak dari pasangan Sarmidi dan Rosiana Setyaningrum warga Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kulonprogo. Korban meninggal dunia karena tenggelam di sebuah tambak milik warga. Saat ditemukan, korban dalam posisi terapung," kata Jeffry pada Jumat (22/10/2021).

Meninggalnya bocah malang tersebut berawal saat orang tuanya mengajak korban pergi ke ladang cabai. Korban memang kerap diajak pergi ke ladang cabai di pesisir selatan Kulonprogo oleh orang tuanya sehari-hari. Korban biasanya hanya main di dekat ladang milik orang tuanya.

Dikatakan Jeffry, pada pagi hari Jumat (22/10/2021) korban juga diajak oleh orang tuanya ke ladang. Sesampainya di ladang, korban bermain menjauhi ladang kedua orang tuanya. Selang beberapa waktu kemudian, ayah korban merasa khawatir karena keberadaan korban tidak terlihat di sekitar ladang.

BACA JUGA: Kabur dari Kejaran Awak Media, Rachel Vennya Dipeluk Sang Kekasih

"Kedua orang tua korban mencari keberadaan bocah nahas tersebut di sekitar ladang cabai miliknya. Tak berselang lama, ayah korban mendapati anaknya sudah terapung di sebuah tambak udang milik seorang warga. Dengan dibantu warga sekitar, ayah korban mengevakuasi jasad korban," terang Jeffry.

Korban sempat dibawa oleh orang tuanya ke sebuah klinik bidan di wilayah Kalurahan Tirtorahayu, Kapanewon Galur, Kulonprogo. Namun, berdasarkan pemeriksaan medis nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Dari hasil pemeriksaan medis, baik petugas kesehatan maupun polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Kami mengimbau agar orang tua meningkatkan kewaspadaannya saat membawa anak pergi ke ladang," kata Jeffry.