Dosen Teknik Kimia UAD Bantu Warga Olah Air Minum

Pengelola Masjid Jami' Al Atsar/Ma'had Al Atsar, Ustaz Azka (tengah) menerima membran Reverse Osmosis dari Suhendra (kanan) disaksikan Adi Permadi (kiri). - Istimewa
26 Oktober 2021 22:17 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Untuk membantu masyarakat mengolah dan memperoleh air minum yang bersih dan sehat, dosen Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar program pengabdian masyarakat di Padukuhan Banyuurip, Kalurahan Caturharjo, Pandak, tepatnya di Masjid Jami’ Al Atsar/Ma’had Al Atsar Qur’anic dan IT.

Pengabdian yang melibatkan tiga orang dosen, masing-masing Maryudi, Suhendra dan Adi Permadi dan dibantu empat orang mahasiswa ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan tentang teknik pengolahan air sumur agar memenuhi standar air minum, dilanjutkan dengan praktik pengolahan air sumur dengan menggunakan rangkaian alat membran reverse osmosis (RO).

Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Peruntukan air sangat bergantung kualitasnya. Peruntukan air untuk air minum harus memenuhi persyaratan tertentu. Air di beberapa tempat tidak memenuhi syarat untuk air minum sehuingga perlu diolah agar dapat diminum,” kata Suhendra, salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (26/10/2021).

Selain penyuluhan tentang teknik pengolahan air sumur, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan minuman herbal menggunakan air hasil pengolahan. Minuman herbal dibuat dengan kombinasi bahan herbal seperti bunga telang, jahe, dan jeruk nipis. Bahan-bahan tersebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan. “Selain pembuatan minuman herbal, juga dikenalkan teknik pengemasan minuman herbal dalam gelas plastik dan ditutup dengan seal. Minuman herbal memiliki potensi untuk dijual yang tinggi,” katanya.

Kegiatan yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD ini berlangsung pada Juni 2021. Karena masih dalam kondisi pandemi, sebagian pelatihan dilakukan luring dengan perwakilan warga dan daring dengan video demo. Para peserta yang merupakan jamaah Masjid Jami’Al Atsar/Ma’had Al Atsar Qur’anic dan IT, Banyuurip antusias mengikuti pelatihan ini.