9 Siswa Kulonprogo Ditemukan Terpapar Covid-19 dari Hasil Skrining di Sekolah

Ilustrasi. - Freepik
10 November 2021 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di salah satu SMA negeri di Kulonprogo dihentikan untuk sementara waktu menyusul temuan kasus positif Covid-19 terhadap sejumlah siswa. Temuan kasus positif ini pasca skrining acak menggunakan tes swab PCR yang menyasar ribuan siswa.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan jawatannya tengah menggencarkan program surveilans yang menyasar sekitar 5.737 siswa tingkat SD sampai dengan SMA yang telah mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka.

Program surveilans dilakukan dengan menggunakan metode PCR dan direncanakan rampung pada 16 November 2021 mendatang. Kegiatan tersebut merupakan upaya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo untuk mengetahui apakah ada paparan Covid-19 diantara siswa.

BACA JUGA:  Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang Kasus Covid Tertinggi Nasional

"Hari ini ada tiga sekolah yang kita sasar yakni di wilayah Temon, Wates dan Kalibawang. Hasil yang sudah keluar dari pemeriksaan SWAB PCR, untuk wilayah Temon, di SD ada 34 sampel seluruhnya negatif. Untuk di Kalibawang, SD juga sebanyak 33 siswa, hasilnya belum keluar. Sedangkan, untuk wilayah Wates yang dijadwalkan tingkat SMA ada sembilan siswa positif dari 87 sampel," kata Baning saat jumpa pers yang dilaksanakan di kantor Dinkes Kulonprogo pada Rabu (10/11/2021).

Pasca ditemukannya kasus positif Covid-19 di salah satu SMA negeri di kapanewon Wates, jawatannya telah berkoordinasi dengan Balai Dikmen. Sekolah yabg ditemukan kasus positif Covid-19 diminta untuk tutup sementara waktu. Prosedur penghentian kegiatan PTM untuk sementara waktu sesuai dengan pedoman pelaksanaan surveilans PTM.

"Sesuai pedoman tadi, sembilan yang positif dari 87 artinya kan kurang lebih 10 persen ya. Karena itu, PTM tidak dilaksanakan dulu selama 15 hari ke depan. Jadi pembelajaran kembali ke daring ya. Hasil positif rate yang mencapai lebih dari lima persen maka kegiatan PTM ditiadakan untuk sementara," ungkap Baning.

Dikatakan Baning, sembilan siswa yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini telah diminta untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jawatannya juga telah melakukan penelurusan kontak erat dari kasus positif Covid-19.

"Sembilan siswa yang terkonfirmasi positif itu berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan berasal dari sejumlah kapanewon, antara lain Nanggulan, Pengasih, Wates, Sentolo dan Kokap. Dari sembilan anak, kita baru bisa melakukan tracing terhadap tiga anak. Dari situ kita dapati ada 126 kontak erat, meliputi semua teman satu kelas dan guru yang berinteraksi dalam tiga hari terakhir," terang Baning.

Baning menjelaskan, upaya penelurusan kontak erat lanjutan juga rencananya akan dilakukan oleh masing-masing puskesmas yang masih satu wilayah dengan domisili siswa yang terpapar Covid-19. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan gugus tugas, satu siswa yang dinyatakan positif Covid-19 sempat bepergian ke salah satu mal di Jogja.

"Sedangkan, dua anak lainnya mengaku tidak pergi ke mana-mana pada jangka waktu yang sama," ujar Baning.

Upaya pelaksanaan swab PCR secara random menjadi fokus gugus tugas penanganan Covid-19 Kulonprogo untuk mengetahui apakah terjadi pemaparan kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah pasca dilakukannya PTM.

"Petugas puskesmas diterjunkan melakukan pengambilan sampel di masing-masing sekolah terpilih. Adapun hasil test PCR itu akan keluar paling lambat 2 hari setelah test. Dalam pelaksanaannya para siswa yang dipilih secara random akan menjalani tes swab PCR," ungkap Baning.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo, sebelumnya mengatakan usulan uji sampel swab PCR di sekolah jenjang SMP maupun SD sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kulonprogo.

"Total sekolah yang sudah melaksanakan PTM di Kulonprogo di jenjang SMP sudah sebanyak 62 dari total 65 SMP di Kulonprogo. Sedangkan, untuk SD total sekolah yang sudah melaksanakan PTM sebanyak 260 dari 338 SD di Kulonprogo," kata Arif saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dikatakan Arif, sekolah yang akan diambil sampel swab PCR adalah sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Terlebih, sekolah yang jumlah muridnya tidak sedikit. Pengawasan protokol pencegahan penularan Covid-19 di sekolah yang berada di wilayah perkotaan dinilai oleh Arif memang tidak mudah.

"Seperti di SMP Negeri 1 Wates, SMP Negeri Pengasih, SMP unggulan dan SMP yang berada di wilayah perkotaan. Kalau SD itu ya seperti SD Negeri Brosot, SD Negeri 4 Wates. Kami prioritaskan untuk sekolah yang berada di zona kuning ya," ujar Arif.

Arif menyerahkan sepenuhnya jadwal pelaksanaan uji sampel swab dengan menggunakan metode PCR di sejumlah sekolah kepada Dinas Kesehatan Kulonprogo sebagai leading sektor penanganan pandemi Covid-19 di wilayah bumi binangun. "Kami manut saja ya, lebih cepat lebih baik," ujar Arif.